Kamis, 31 Desember 2020

Aneka Olahan Samosa Ikan

Aneka Olahan Samosa Ikan 

        Samosa di makan dengan sosis cocol terdiri dari chutney, seperti chutney daun mint, chutney daun ketumbar, atau chutney asam jawa. Versi nonvegetarian berisi daging cincang (keema) atau kadang-kadang daging ikan. Di Asia Tengah, isi terdiri dari daging domba dan bawang bombay, labu, atau kentang.  Samboosa di Tajikistan, samsa bahasa Turki, sambusa di berbagai negara di Iran, dan chamuça di Goa dan Portugal.


Sejarah Samosa

        Mungkin ini adalah salah satu makanan yang paling banyak memiliki sejarah perjalanan di mulai dari Mesir lalu ke Cina hingga ke India. Sejarah Samosa di makan sebagai cemilan oleh para pegadang dan musafir di perkemahan atau tempat istirahat selama perjalanan. Terdapat buku resep masakan arab yang ditemukan dari abad ke 10 dan tercatat dengan nama “sanbusak”. Pada faktanya dalam bahasa Persia kata “Samsa” memiliki arti yaitu “Piramid”, sehingga semua mulai bisa terlihat kaitannya.

        Kurang lebih pada abad ke 11 lah baru para pedagang muslim mulai membawa samosa dalam perjalanan mereka ke India. Hingga pada abad ke 13, sudah tidak hanya di makan oleh para pedagang saja, melainkan oleh para pejabat, orang penting dan sultan/raja. Dalam perjalanannya mencatat bahwa samushak atau sambusak dengan isi daging cincang, kacang badam, kacang pistasio, dan kacang walnut, di hidangkan di dalam Istana Muhammad bin Tughluq(Delhi, India) sebelum hidangan ketiga disajikan.

        Pada saat ini, jenis samosa yang paling laris adalah Samosa Sayur. Di Indonesia, di percaya di bawa oleh pada pedagang dari Arab dan Gujarat, lalu kemudian menjadi terkenal sejak di perkenalkan dan di promosikan oleh restoran Arab dan India. Ini adalah sebuah sejarah samosa sebagai makanan yang sangat populer namun banyak yang belum mengetahui asal usulnya.

Macam Macam Resep Membuat Samosa (cara membuat samosa)

1. Resep Samosa Isi Kentang

Merupakan makanan khas Negara India. Cita rasa yang di hadirkan sangatlah renyah, dan gurih karena perpaduan adonan isi di dalamnya. Pada umumnya Isian untuk membuat makanan khas Timur Tengah ini bermacam-macam. Anda bisa mengisinya dengan sayuran, daging kambing, daging ayam, atau kentang sesuaikan selera Anda. Namun Anda jangan khawatir, masakan khas ini sudah ada di Indonesia. Anda pun juga tak perlu harus ke India, atau Negara Timur Tengah untuk mendapatkannya.

Karena Anda bisa membuatnya di rumah. Berikut bunda sajikan resep Samosa.

Bahan :

  1. kulit lumpia berbentuk persegi, potong jadi dua.
  2. kentang, kupas dan potong dadu
  3. wortel
  4. daun bawang,
  5. minyak goreng secukupnya
  6. bombay
  7. bumbu kari instan
  8. cabai
  9. merica
  10. kaldu
  11. gula pasir
  12. garam

Bahan Campuran :

• 1sdm tepung terigu
• 2sdm air

Cara Membuat Resep Samosa Isi Kentang :

  1. Siapkan panci yang di isi air, lalu masukan kentang.
  2. Rebus dan biarkan kentang hingga menjadi empuk. Angkat dan tiriskan.
  3. Haluskan dengan sendok garpu.
  4. Siapkan wajan dan minyak goreng.
  5. Tumis bawang bombay hingga tercium aroma harum.
  6. Lalu tambahkan bawang putih, bumbu kari instan, dan bubuk cabai tumis sampai matang.
  7. Masukan wortel dan sedikit air panas.
  8. Masak sampai menjadi empuk.
  9. Masukan kembali merica, daun bawang,gula, bubuk kaldu dan garam.
  10. Aduk hingga merata.
  11. Setelah matang, masukan kentang yang sudah di haluskan.
  12. Lalu aduk hingga adonan menjadi kental dan pekat pastikan tidak basah.
  13. Angkat kemudian tuang ke mangkok.
  14. Tunggu sampai adonan agak dingin.
  15. Siapkan kulit lumpia, masukan isi adonan di tengahnya.
  16. Lalu tekuk dan lipat membentuk segitiga.
  17. Rekatkan dengan bahan adonan terigu di ujung kulit lumpia.
  18. Siapkan wajan dan minyak goreng.
  19. Masukan Samosa yang terisi dan goreng hingga warna berubah kecoklatan.
  20. Angkat, Resep Samosa isi kentang siap disajikan.
  21. Lengkapi dengan cocolan saus agar terasa nikmat.

2. Resep Samosa Isi Ikan

Adalah alternatif produk olahan ikan (termasuk kupang) yang bercita rasa khas (gulai). Dapat di buat dari aneka sayur (jd bs jd alternatif jajanan sehat buat anak2 “anti” sayur  dengan cita rasa gulai yg pasti mereka suka, dibungkus dengan kulit lumpia. Sehingga menambah cita rasa khas dan renyah Bisa dibuat dari aneka daging ikan (laut dan tawar) dan bisa divariasi dengan aneka sayur (wortel, brokoli dll).

Bahan :

  1. daging ikan lumat 700 gr
  2. daging udang cacah 300 gr
  3. garam 1 sdm
  4. bawang putih halus 10 siung
  5. bawang merah halus 10 siung
  6. gula pasir 1 sdm
  7. lada halus 1 sdt
  8. bumbu instant rasa gulai 1 bks
  9. daun bawang prei iris halus
  10. wortel/brokoli iris kecil 150 gr
  11. kanji 2 sdm
  12. kulit lumpia 150 lembar

Alat :

  1. pisau
  2. talenan
  3. ulegan
  4. wajan
  5. gilingan daging (food processor)
  6. baskom
  7. suthil
  8. serok
  9. kompor

Cara Membuat Resep Samosa Isi Ikan :

  1. Fillet ikan, kerok isinya dengan sendok/pisau, masukkan daging ke dalam food processor, tambahkan garam, giling sampai halus.
  2. Cacah udang.
  3. Masukkan bawang putih halus, lada, gula, bumbu gulai, bumbu kaldu, aduk.
  4. Campur daging lumat dengan udang dan bumbu.
  5. Padukan sampai rata.
  6. Tambahkan irisan daun bawang, wortel/brokoli, aduk sampai tercampur.
  7. Encerkan kanji dengan sedikit air.
  8. Masak 50ml air hingga mendidih tambahkan ke dalam larutan kanji sambil diulet menjadi berbentuk lem.
  9. Ambil Kulit Lumpia.
  10. Ambil adonan ikan dengan ujung sendok. letakkan pada pinggir kulit lumpia, lipat kulit lumpia menjadi bentuk segi tiga.
  11. Lekatkan ujungnya dengan lem kanji agar tidak lepas saat di goreng.
  12. Goreng samosa dalam minyak dengan panas sedang sampai matang keemasan. Lalu tiriskan menggunakan mesin peniris minyak.
  13. Siap disajikan dengan sambal/saos botol.
  14. Samosa yg belum digoreng ini juga bisa dikemas dan dibekukan dalam freezer sehingga tahan dlm waktu lama.

3. Resep Samosa Isi Sayur

Mungkin terdengar asing tentang nama makanan yang satu ini bagi masyarakat Indonesia. Akan bertanya-tanya bagi yang belum mengetahuinya apa nama makanan ini dan berasal dari mana.Baiklah kami akan memberitahukannya kepada anda yang belum tahu nama dan asal makanan ini. Nama makanan ini yaitu samosa, makanan ini berasal dari negara India sehingga sangat wajar jika banyak yang belum mengetahui tentang makanan ini.

Sekilas makanan ini hampir mirip dengan makanan yang ada di Indonesia yaitu kue pastel. Bentuknya seperti bentuk segitiga dengan mempunyai bahan isi seperti ada sayuran, keju, daging sapi, daging ayam dan juga daging kambing. Samosa ini sangat cocok untuk disajikan dalam acara syukuran atau acara-acara lainnya sebagai makanan cemilan. Penasaran ingin mengetahui seperti apa makanan samosa ini ? yu kita buat saja dirumah. Anda tinggal mengikuti cara-caranya seperti sudah kami sajikan resepnya.

Namun resep yang kami sajikan untuk anda pada kesempatan kali ini yaitu resep cara membuat samosa yang berisi sayuran. Iniah resepnya.

Bahan :

  1. Telur disesuaikan ( diambil putihnya saja )
  2. Kulit pastry 20 lembar
  3. Minyak goreng disesuaikan
  4. Bahan Untuk Isian :
  5. Wortel yang kukus 1 buah ( dipotong dadu )
  6. Kacang polong 2 sendok makan
  7. Kentang besar yang dikukus 1 buah
  8. Bawang merah 3 butir ( diiris tipis )
  9. Bawang putih 2 butir ( diiris tipis )
  10. Jintan ½ sendok teh
  11. Bubuk cabai 1 sendok teh
  12. Ketumbar ½ sendok teh
  13. Merica ½ sendok teh
  14. Daun seledri 2 batang ( diiris halus )
  15. Garam halus 1 sendok teh
  16. Minyak zaitun 2 sendok makan

Cara Membuat Resep Samosa Isi Sayur :

  1. Kentang yang sudah di kukus kemudian di haluskan lalu campurkan dengan ketumbar, merica,bawang putih, bawang merah dan jintan
  2. Campurkan juga dengan bubuk cabe, wortel, kacang polong, seledri dan minyak zaitun. Aduk hingga semua tercampur rata
  3. Siapkan 2 lembar kulit pastry lalu di bentuk segitiga dan isi dengan bahan isi yang sudah dibuat kemudian dilipat dengan dilem pakai putih telur agar lebih rapat
  4. Setelah semua bahan samosa selesai di bentuk kemudian di gorengkan ke dalam minyak yang sudah di panaskan. Gorengkan hingga matang
  5. Angkat samosa yang sudah matang kemudian sajikan.

4. Resep Samosa Isi Mie

Membuat camilan untuk acara arisan atau kumpul keluarga? Enak kalau bisa buat sendiri. Nggak perlu ribet, buat saja samosa isi bihun dengan bahan sederhana seperti berikut ini.

Bahan :

  1. 5 sdm tepung terigu
  2. 1sdm margarin
  3. 1sdm susu bubuk
  4. 1sdt garam
  5. air secukupnya

Bahan Isian :

  1. 100 gr bihun
  2. 1batang daun bawang, iris tipis
  3. 3 siung bawang putih
  4. 2 siung bawang merah
  5. 1sdm margarin
  6. 1/2 sdt merica, haluskan
  7. garam, gula dan kaldu bubuk secukupnya

Cara Membuat Resep Samosa Isi Mie :

  1. Campur rata tepung, garam, susu dan margarin.
  2. Tuang air sedikit demi sedikit dan uleni hingga kalis. Gulung dan pipihkan untuk dijadikan kulit.
  3. Tumis bawang putih dan bawang merah yang sudah dihaluskan, masukkan merica dan daun bawang.
  4. Masukkan bihun yang sudah matang, lebih baik dipotong-potong agar nanti lebih mudah diisi. Tambahkan garam serta kaldu bubuk.
  5. Aduk rata dan tes rasa. Sisihkan hingga agak dingin.
  6. Pipihkan adonan kulit dan isi dengan bihun dan rekatkan kulit dengan air atau putih telur.
  7. Goreng hingga tenggelam samosa dan kering kecokelatan.
  8. Siap sajikan hangat dengan saus atau cabai rawit.

5. Resep Samosa Isi Sosis

Kudapan berbentuk segitiga dan digoreng ini bisa menjadi teman untuk nonton televisi yang cukup asyik lo… Isi dapat Anda variasikan sendiri sesuai dengan selera. Daging cincang dengan irisan daun bawang dan bumbu kari bisa juga menjadi penggantinya.

Bahan :

  1. 175 gram tepung terigu protein tingg
  2. 1/2 sendok teh garam
  3. 50 gram margarin
  4. 50 ml air es
  5. 1 sendok makan tepung terigu di larutkan dengan 1 sendok makan air untuk perekat
  6. minyak untuk menggoreng

Bahan Isi:

  1. 1/2 buah bawang bombay, dicincang halus
  2. 6 buah sosis sapi, dipotong kotak
  3. 150 gram jamur kancing kalengan, diiris
  4. 1buah tomat merah, dibuang biji, dicincang kasar
  5. 2 sendok makan saus tomat
  6. 1/4sendok teh garam
  7. 1/2sendok teh merica bubuk
  8. 1/3sendok teh gula pasir
  9. 1batang daun bawang, diiris halus
  10. 1sendok makan minyak untuk menumis

Cara Membuat Resep Samosa Isi Sosis :

  1. Isi, tumis bawang bombay sampai harum.
  2. Masukkan sosis. Aduk rata.
  3. Tambahkan jamur kancing dan tomat. Aduk sampai layu.
  4. Masukkan saus tomat, garam, merica, dan gula. Aduk sampai meresap.
  5. Tambahkan daun bawang. Aduk rata. Sisihkan.
  6. Kulit, campur tepung terigu, garam, dan margarin.
  7. Tuang air sambil ulet sampai halus.
  8. Giling tipis adonan
  9. Lakukan 2-3 kali sampai licin.
  10. Pindahkan ke ukuran lebih kecil. Giling 2-3 kali sampai licin.
  11. Kecilkan lagi ukuran gilingan.
  12. Potong dengan ring diameter 10 cm. Beri isi. Lipat segitiga. Rekatkan dengan larutan tepung.
  13. Goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan ,di atas api sedang sampai matang. Agar masakan anda cepat matang, anda bisa menggunakan kompor listrik dalam memasak.

Referensi 

https://puncatraining.id/cara-membuat-samosa/

Rabu, 30 Desember 2020

Maggot sebagai Alternatif Pakan Ikan Murah dan Mudah

    Maggot sebagai Alternatif Pakan Ikan Murah dan Mudah      

    Persoalan pasokan pakan ikan sejak lama sudah dirasakan oleh para pembudi daya ikan di Indonesia sampai sekarang. Meski pasokan lancar, namun harga pakan ikan di pasaran masih mahal karena bahan baku pembuatan pakan masih impor. Untuk mengatasinya, Pemerintah terus mencari formula agar bisa menghasilkan pakan ikan yang berkualitas dengan harga yang terjangkau. Salah satu caranya dengan memanfaatkan bahan baku pakan ikan alternatif yang bisa ditemukan di Indonesia.

        Dari semua bahan baku itu, menurut Direktur Jenderal Perikanan Budi daya Kementerian Kelautan dan Perikanan (DJPB KKP) Slamet Soebjakto, Maggot adalah yang paling potensial dikembangkan sebagai pakan ikan karena mudah ditemukan dan biayanya relatif murah.

“Maggot berpeluang cukup besar untuk dijadikan sebagai bahan baku alternatif pakan (ikan) berprotein tinggi bagi pertumbuhan ikan,” ucapnya di Jakarta belum lama ini.

        Lalat tentara hitam (Hermetia illucens) penghasil maggot dengan pakan  sampah organik. Budi daya lalat ini menjadi solusi menguntungkan masalah sampah di Desa Tembokrejo, Kecamatan Muncar, Banyuwangi, Jatim.  Maggot yang merupakan larva lalat Black Soldier Fly (BSF) memang sangat istimewa dibandingkan bahan baku pakan alternatif lainnya karena mengandung nutrien yang lengkap untuk ikan dan kualitas yang baik. Selain itu, Maggot bisa diproduksi dalam waktu singkat dan berkesinambungan dengan jumlah yang cukup untuk memenuhi kebutuhan pakan ikan. Keunggulan lainnya, yaitu masyarakat mudah mengadopsi teknologi produksi Maggot. Kemudian, dalam prosesnya Maggot juga bisa diproduksi menjadi tepung (mag meal), sehingga bisa menekan biaya produksi pakan.

        Melihat potensinya itu, KKP berencana membangun tujuh unit model percontohan Maggot skala industri mulai 2020 ini. Ketujuh unit tersebut dibangun di Balai Besar Perikanan Budi daya Air Tawar (BBPBAT) Sukabumi Jawa Barat, dan Balai Perikanan Budi daya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam Jambi, BPBAT Mandiangin Kalimantan Selatan, BPBAT Tatelu Sulawesi Utara, Balai Besar Perikanan Budi daya Air Payau (BBPBAP) Jepara Jawa Tengah, dan Balai Perikanan Budi daya Air Payau (BPBAP) Situbondo Jawa Timur.

“Serta Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budi daya (BLUPPB) Karawang (Jabar),” tuturnya.



Tantangan

Dengan semua potensi itu, Slamet Soebjakto menyebut bahwa Indonesia perlu mengembangkan industri khusus untuk Maggot yang pada akhirnya akan bisa menyediakan lapangan pekerjaan yang tidak sedikit. Jika itu terwujud, maka Maggot akan bisa membantu Negara untuk menambah lapangan pekerjaan.

“Pengolahan sampah organik melalui teknologi biokonversi Maggot diharapkan juga berperan dalam mengurangi sampah organik dengan cepat serta dapat menciptakan lapangan pekerjaan baru dan juga ketersediaan Maggot sabagai bahan baku alternatif pakan tersedia sepanjang waktu,” ungkapnya.

Di sisi lain, Slamet menyebut pengembangan Maggot sebagai bahan baku alternatif pakan ikan, dipastikan akan menghadapi banyak tantangan. Sehingga butuh ketekunan dan edukasi kepada masyarakat terkait sampah organik.

Perlunya edukasi, karena sampah organik merupakan sumber media utama budi daya Maggot. Sementara, sumber sampah organik berasal dari sampah rumah tangga. “Sehingga harus dipilah mana organik dan anorganik. Kualitas Maggot tergantung dari bahan baku media budi daya yang digunakan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Slamet menerangkan bahwa Maggot juga dapat diproduksi dalam waktu singkat dan tersedia dalam jumlah yang melimpah sepanjang waktu. Lalu, Maggot juga aman bagi ikan karena itu bukan vektor penyakit, dan mengandung nutrisi sesuai dengan kebutuhan ikan.

Di luar itu, Slamet menambahkan bahwa produksi budi daya Maggot juga sangat sederhana dan mudah, karena tidak memerlukan air, listrik, bahan kimia, dan infrastruktur yang rumit dan mahal. Selain itu, Maggot juga mampu mendegradasi limbah organik menjadi material nutrisi lainnya.

Karyawan sebuah perusahaan di Leles, Garut, Jabar yang mengolah maggot (larva lalat tentara hitam) menjadi bahan baku pakan ikan. Foto : KKP/Mongabay Indonesia

Kepala Badan Riset Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) KKP Sjarief Widjaja pada kesempatan berbeda menyebutkan bahwa KKP memang fokus untuk menjadikan Maggot sebagai bahan baku alternatif unggulan untuk pembuatan pakan ikan. Saat ini, sudah ada beberapa perusahaan yang tertarik untuk melaksanakan produksi Maggot.

Perusahaan yang sudah menyatakan ketertarikan itu ada di Depok dan Bogor (Jawa Barat), Lampung, Tangerang (Banten), Blitar (Jawa Timur), dan Banyumas (Jawa Tengah). Perusahan-perusahaan tersebut ada yang sudah berhasil melaksanakan diversifikasi produk Maggot dan dikemas dalam bentuk pakan ikan kering, pupuk, dan granula.

“Ini menunjukkan bahwa produksi Maggot dapat dijalankan dalam jumlah besar komersial,” sebutnya.

Manfaat

Munculnya Maggot sebagai kandidat utama bahan baku alternatif untuk pembuatan pakan ikan, karena Maggot memenuhi kriteria yang dibutuhkan untuk pembuatan pakan ikan. Artinya, komponen yang dibutuhkan untuk membuat pakan ikan yang mengandung gizi cukup baik, bisa didapatkan dari Maggot.

Selain itu, Maggot juga dinilai potensial karena mudah didapat, diproses, dan bisa dijangkau oleh masyarakat luas dengan harga yang murah. Adapun, komponen yang dimaksud, adalah protein yang menjadi kebutuhan utama ikan dan bisa didapatkan dari pakan ikan.

“Salah satu nutrisi pakan yang memegang peranan penting dalam pertumbuhan ikan adalah protein. Kualitas protein sangat tergantung dari kemudahannya dicerna dan nilai biologis yang ditentukan oleh asam amino yang menyusunnya. Semakin lengkap kandungan asam aminonya maka kualitas protein akan semakin baik,” papar dia.

Sebelum Maggot muncul sebagai kandidat utama, para pembuat pakan ikan harus bekerja keras untuk menghadirkan produk yang baik dan berkualitas dengan kandungan protein yang tinggi. Namun, upaya tersebut berujung pada konsekuensi harga dari produk pakan ikan tersebut menjadi mahal, karena bahan baku dengan protein tinggi harus didatangkan dengan cara impor.

“Alhasil, tingginya harga pakan semakin melambung karena harus ditambah dengan biaya impor,” ucap Sjarief.

Proses penggilingan maggot atau larva lalat tentara hitam menjadi bahan baku pakan ikan di sebuah pabrik di Leles, Garut, Jabar. Foto : KKP/Mongabay Indonesia

Diketahui, Maggot adalah organisme yang berasal dari larva Black Soldier Fly (BSF) dan dihasilkan pada metamorfosis fase kedua setelah fase telur dan sebelum fase pupa yang nantinya akan menjadi BSF dewasa. Untuk mendapatkan Maggot, siapapun bisa melaksanakan produksi dengan mudah, cepat dan kemudian melaksanakan panet dari usia 10 hari hingga 24 hari.

Periode waktu yang disebutkan di atas untuk bisa melaksanakan panen, adalah saat BSF sudah menetas dan kemudian masuk fase larva yang bisa tumbuh antara 15-20 milimeter hingga masuk fase pupa. Setelah menetas, Maggot yang dihasilkan dari BSF akan mengandung protein yang tinggi antara 41-42% protein kasar, 31-35% ekstrak eter, 14-15% abu, 4,18-5,1% kalsium, dan 0,60-0,63% fosfor dalam bentuk kering.

“Sementara itu, kandungan protein dalam pakan ikan umumnya berkisar antara 20 hingga 45 persen. Dengan kata lain, Maggot mengandung protein dan gizi tinggi, yang unggul untuk mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan sistem imun ikan,” jelasnya.

Selain bergizi tinggi, harga Maggot juga cukup terjangkau di pasaran, karena bahan baku yang dibutuhkan untuk pembuatan Maggot bisa didapatkan dengan mudah.

Referensi :

https://www.mongabay.co.id/2020/03/17/maggot-bahan-pakan-ikan-alternatif-yang-murah-dan-mudah/. Diakses tanggal 31 Desember 2020.

Budidaya Ikan Nila dengan Teknologi Bioflok

Budidaya Ikan Nila dengan Teknologi Bioflok 

        Ikan nila bisa menjadi salah satu komoditas air tawar potensial dikembangkan di Indonesia, karena nila bisa bertahan dari perubahan lingkungan, tumbuh dengan cepat, dan lebih resisten terhadap penyakit.Keunggulan tersebut menjadi kombinasi yang tepat dan pas untuk memicu produksi ikan nila secara nasional. Terlebih lagi, ikan nila semakin diminati masyarakat sehingga meningkatkan permintaan pasar yang tinggi. Konsumen penyuka nila tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga dari luar negeri.

        Direktur Jenderal Perikanan Budidaya (DJBP-KKP) Slamet Soebjakto pernah mengatakan, bahwa komoditas ekspor ikan nila terutama untuk ke Amerika Serikat dalam bentuk fillet. Oleh karena itu, produktivitasnya harus dipacu terus menerus. Melihat keunggulan dan keuntungan penggunaan teknologi bioflok, Slamet mendorong penguasaan dan penggunaan teknologi tersebut bisa semakin meluas ke berbagai pelosok Nusantara. Penyebaran teknologi tersebut salah satunya bakal dilakukan unit pelaksana teknis (UPT) Ditjen Perikanan Budi daya.

        Pelibatan UPT untuk penyebaran bioflok ke seluruh daerah, menurut Slamet, agar teknologi tersebut bisa tepat guna dan tidak keliru dalam penerapannya. Dengan kata lain, teknologi bioflok akan terasa keunggulan dan keuntungannya, jika mengikuti kaidah cara budi daya ikan yang baik.

“Seperti penggunaan benih unggul, pakan sesuai SNI (standar nasional Indonesia), serta pemantauan kualitas air budidaya,” jelasnya.

        Slamet meyakini teknologi ini mampu menyediakan sumber protein dengan harga yang terjangkau oleh masyarakat. Teknologi bioflok mampu menyediakan dua hal sekaligus, yaitu program perbaikan gizi dan penyediaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Salah satu daerah yang menerapkan bioflok untuk ikan nila, adalah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, melalui ada kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) Indra Makmur. Menurut Ketua Pokdakan Indra Makmur Syamsul Bahari, dengan bioflok, ikan nila yang dihasilkan lebih gemuk dan kandungan air dalam daging lebih sedikit.

        Teknologi mutakhir bioflok digunakan dalambudi daya ikan nila. Ikan nila dipilih karena kelebihannya, seperti adaptif terhadap perubahan iklim Teknologi bioflok menjadi pilihan tepat untuk nila, karena menghemat biaya operasional dari efisiensi pakan, lebih hemat penggunaan air sehingga lebih ramah lingkungan dan sesuai prinsip berkelanjutan. Efisien pakan, terlihat dari nilai FCR yang rendah yaitu 1,05 dibanding budidaya konvensional dengan nilai 1,5. Artinya jika ingin menghasilkan ikan nila 1 kg, hanya diperlukan 1,05 kg pakan saja.

        Di Indonesia, penggunaan teknologi bioflok untuk budidaya, terutama nila masih belum merata. Untuk itu, Pemerintah menugaskan UPT di bawah Ditjen Perikanan Budidaya KKP untuk mengawal agar penggunaan teknologi tersebut bisa tepat guna dan tidak keliru dalam penerapannya. Prinsip keberlanjutan yang dianut teknologi bioflok untuk perikanan budidaya, dinilai sudah memberikan banyak keuntungan bagi pengembangan budi daya ikan. Teknologi ini meningkatkan jumlah produksi, sekaligus menggenjot pendapatan pembudidaya secara signifikan. Komoditas yang berhasil dikembangkan dengan teknologi bioflok, salah satunya adalah ikan nila.

        Slamet menjelaskan pengembangan teknologi bioflok untuk budidaya ikan nila semakin dirasakan manfaatnya oleh pembudidaya ikan. Salah satunya, karena berhasil meningkatkan kelangsungan hidup ikan nila secara signifikan. “Itu meningkat signifikan. Untuk kelangsungan hidup atau survival rate ikan nila dengan teknologi bioflok sudah berhasil mencapai angka 90 persen,” ungkap Slamet. Keunggulan lainnya, menurut Slamet, adalah tingkat penggunaan pakan menjadi semakin efisien, dan nilai feed conversion ratio (FCR) juga semakin rendah menjadi 1,05. Angka tersebut menunjukkan, jika pembudi daya ingin menghasilkan ikan nila sebanyak 1 kilogram, maka dibutuhkan pakan sebanyak 1,05 kg. Angka FCR terkini itu, kata Slamet, menurun drastis jika dibandingkan dengan pemeliharaan di kolam biasa, dengan nilai FCR bisa mencapai 1,5. FCR merupakan perbandingan berat pakan dengan berat total (biomass) ikan dalam satu siklus periode budi daya. Semakin turun angka FCR, maka semakin baik kualitas dan produksi budi daya yang dihasilkan.

        Teknologi bioflok pada budi daya ikan nila juga terbukti meningkatkan kepadatan dalam kolam. Jika menggunakan sistem konvensional, kepadatan maksimal hanya 10 ekor ikan nila/meter kubik, maka dengan menggunakan bioflok kepadatan menjadi 100 ekor/meter kubik. Menurut Slamet, keberhasilan yang sudah dicapai tersebut, semakin menguatkan bahwa pengembangan budi daya nila dengan sistem bioflok menjadi salah satu terobosan untuk meningkatkan produksi nila secara nasional. Teknologi tersebut diyakini bisa meningkatkan pendapatan pembudi daya secara signifikan dan tetap mengutamakan prinsip keberlanjutan.

“Penerapan teknologi ini terbukti efektif dan efisien dalam penggunaan sumber daya air dan lahan serta adaptif terhadap perubahan iklim,” tuturnya.



Apa itu Bioflok?

Bioflok adalah teknik budidaya ikan dengan bantuan bakteri baik. Begini, bioflok berasal dari bios (kehidupan) dan Flok (Gumpalan) atau gumpalan kehidupan. Gumpalan kehidupan ini berupa bakteri baik yang mengubah kotoran ikan menjadi makanan ikan.

Cara kerja bioflok kurang lebih seperti ini :

Di dasar kolam terdapat bakteri baik yang mengubah kotoran ikan menjadi pakan ikan. Untuk keperluan oksigen di air, kolam bioflok dilengkapi aerator.

infografis keunggulan bioflok

sumber: kkp.go.id

Keuntungan Sistem Bioflok

Keunggulan sistem bioflok sudah ada di infografis dari KKP di atas, selengkapnya  seperti ini :

Survival rate 90 %, ikan lebih tahan hidup.

FCR 1,03, artinya untuk menghasilkan 1kg ikan butuh 1,03 Kg pakan. ini karena kotoran diubah lagi menjadi pakan. Teknik lain 1,5.

Tebarannya 100 ekor / M3 artinya hanya butuh lahan sempit untuk memulai budidaya ikan. ini bisa 10 kali lipat dari kolam biasa.

Lebih cepat besar

waktu peliharaan singkat, hanya 2-4 bulan

Tidak perlu repot sering ganti air

Tidak bau karena kotoran ikan dimakan oleh bakteri baik.

Kelemahan Bioflok

Memerlukan aerator untuk oksigen, artinya mememerlukan listrik setiap saat. Jika aerator berhenti maka kandungan air akan kebanyan nitrat dan menjadi asam.  sebenarnya ini bukan masalah besar, biaya untuk listrik akan terganti dengan penghematan air dan pakan

Memerlukan ketelitian dan ketekunan untuk mengontrol kadar nitrat, kadar Ph, dan jumlah bioflok. Apakah terlalu pekat atau tidak. Ini juga bukan masalah karena yang namanya usaha pasti butuh ketekunan dan kerja keras.



Referensi :

https://www.minapoli.com/info/budidaya-ikan-nila-dengan-teknologi-bioflok. Diakses tanggal 31 Desember 2020

https://erakini.com/budidaya-ikan-bioflok/. Diakses tanggal 31 Desember 2020

Menuju Kelompok Perikanan Yang Mandiri dan Sejahtera

     Menuju Kelompok Perikanan Yang Mandiri dan Sejahtera

        Pembangunan Nasional Sektor Kelautan dan Perikanan merupakan proses yang bertujuan untuk memperkuat posisi pelaku utama dan keluarganya serta pelaku usaha di semua sektor sesuai dengan usahanya, agar lebih baik, lebih menguntungkan, lebih sejahtera, mandiri, terampil, dinamis, efisien dan professional, serta berdaya guna dengan tetap memperhatikan lingkungan yang terpelihara dan lestari. Pelaku Utama Perikanan ditempatkan bukan sebagai obyek melainkan sebagai subyek yang menetapkan tujuan, mengendalikan sumberdaya, dan mengarahkan proses yang mempengaruhi kehidupannya, sehingga diharapkan pelaku utama bisa menjadi tonggak terbentuknya kelembagaan pelaku utama perikanan sebagai organisasi yang kuat dan mandiri dalam mencapai tujuan bersama dari anggotanya

        Dengan terbitnya Keputusan Menteri KP Nomor : KEP.14/MEN/2012 tentang Pedoman Umum Penumbuhan dan Pengembangan Kelembagaan Pelaku Utama Perikanan, maka inisiasi kelembagaan pelaku utama perikanan yang kuat dan mandiri memiliki arah yang ideal untuk mencapai tujuan pembangunan, namun dalam implementasinya masih ada perbedaan persepsi dalam pemahaman karakter kemandirian. Kekhasan kelembagaan pelaku utama perikanan mandiri, semata-mata bukan sebatas pada Kelembagaan Pelaku Utama Perikanan mandiri saja maka perlu bekerjasama dengan Pemerintah Daerah untuk pengembangan kelompok perikanan yang mandiri, maka dalam rangka penyamaan persepsi seluruh pihak terkait, khususnya Pemberdayaan kelompok Perikanan  merupakan suatu hal yang penting ditengah permasalahan yang dihadapi saat ini serta dalam pengembangan usaha perikanan. Pemberdayaan diharapkan mampu meningkatkan potensi yang dimiliki oleh kelompok, terutama dalam mengatasi permasalahan seperti daya tawar yang cenderung lemah, akses permodalan yang masih terbatas serta tingkat pendidikan   yang masih rendah. Namun pemberdayaan masih belum optimal terkait belum ada kolektivitas pemasaran yang mampu meningkatkan pendapatan khususnya pelaku perikanan  ketika harga mengalami penurunan.

        Mengingat saat ini di lingkungan masyarakat telah tumbuh beberapa kelembagaan pelaku utama dan pelaku usaha bidang kelautan dan perikanan, maka dibutuhkan penyuluhan yang diarahkan kepada penumbuhan dan pengembangan kelembagaan pelaku utama dan pelaku usaha kelautan dan perikanan. Pengembangan kelembagaan pelaku utama dan pelaku usaha bidang kelautan dan perikanan merupakan sebuah upaya untuk meningkatkan kemampuan pembudidaya ikan, nelayan dan pengolah ikan melalui pendekatan kelompok sehingga kelembagaan pelaku utama dan pelaku usaha kelautan dan perikanan mampu tumbuh dan berkembang lebih baik. Orientasi dari proses tersebut diharapkan mampu menumbuhkembangkan kelembagaan pelaku utama dan pelaku usaha Perikanan yang mandiri.

        Rendahnya jumlah kelompok perikanan mandiri (madya dan utama) yang saat ini hanya berjumlah lebih kurang 10 persen saja dari total populasi kelompok perikanan, maka harus segera dilakukan pembenahan kelompok perikanan agar meningkat kemampuan dan kapasitasnya untuk segera divalidasi penilaian kelasnya sehingga meningkat kemampuan kelas kelompok perikanan menjadi mandiri. Kelompok mandiri merupakan kelompok dengan kemampuan pada tingkatan kelas madya dan/atau kelas utama yang memiliki karakteristik yang telah ditetapkan.


        Pusat Pelatihan dan Penyuluhan KP sebagai instansi Pembina jabatan fungsional Penyuluh Perikanan berkomitmen bahwa Kelompok Pelaku Utama Perikanan Mandiri menjadi prioritas penting dan sebagai target capaian kinerja penyuluhan KP, sehingga dalam proses pencapaiannya dibutuhkan Pedoman Kegiatan Penumbuhan dan Peningkatan kelas kelompok pelaku utama perikanan.

Referensi :

http://dinasperikanan.kotimkab.go.id/2018/10/15/kegiatan-peningkatan-pemberdayaan-kelompok-perikanan/. diakses pada tanggal 31 Desember 2020

http://perikanan.probolinggokab.go.id/download/penumbuhan-dan-peningkatan-kelas-kelompok-perikanan/. diakses pada tanggal 31 Desember 2020

Jumat, 09 Oktober 2020

Ikan Cupang Saingan Janda Bolong Jadi Buruan Masyarakat di Tengah Pandemi

Ikan Cupang Saingan Janda Bolong Jadi Buruan Masyarakat di Tengah Pandemi

Pandemi virus corona atau Covid-19 ternyata membawa tanaman hias janda bolong naik daun dan ikan cupang. Pandemi virus corona atau Covid-19 ternyata membawa tanaman hias janda bolong naik daun. Tanaman dengan nama latin Monstera Adansonii Variegata tersebut diburu para pencinta tanaman hias alhasil harganya pun langsung meroket tinggi.

Salah seorang penjual tanaman hias yang berlokasi di dekat Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Ali mengatakan saat ini banyak masyarakat yang marak mencari tanaman satu ini.

"Lagi ngetrend emang, sebetulnya sudah hampir 3 bulan lalu, setelah PSBB transisi banyak yang cari tanaman janda bolong," kata Ali saat ditemui Suara.com di lapaknya, Jumat (2/10/2020).

Ali menambahkan, harga jual tanaman satu ini bervariasi tergantung dengan jenisnya, paling murah Rp 75 ribu untuk 4 helai daun saja dan yang paling mahal bisa mencapai puluhan juta bahkan kata dia ada pedagang yang menjualnya hingga ratusan juta.

Janda Bolong, Tanaman Hias Senilai Ratusan Juta. 

"Yang mahal itu yang punya corak putih, janda bolongnya itu warna putih itu bisa puluhan juta bahkan ratusan juta, kalau yang biasa yang warna hijau itu lebih murah karena lebih umum," katanya.

Namun kata dia jenis tanaman janda bolong yang punya kombinasi warna putih tersebut sangat jarang, sehingga membuat harga jualnya fantastis.

"Saya ajah engga ada, kebanyakan yang saya jual hanya yang jenis biasa warna hijau, tapi alhamdulillah peminatnya banyak juga," katanya.

Tanaman Monstera merupakan tanaman tropis dari keluarga Araceae. Monstera berasal dari spesies tanaman merambat/semak tropis hijau yang berasal dari Amerika Tengah.

Tanaman hias yang satu ini terkenal dengan lubang daun alami mereka yang dijuluki Swiss Cheese Plant. Jenis tanaman Monstera yang paling dikenal saat ini adalah Monstera Deliciosa.

Daun janda bolong terlihat kemilau, hal ini yang tampak mewah. Sehingga bila dipandang menimbulkan rasa senang dan berkesan.Monstera dikenal mampu mendatangkan atmosfer kesejukkan hutan tropis ke dalam ruangan.

Warnanya hijau pekat dan permukaannya mengkilap. Namun yang membuat monstera semakin menarik hati adalah lubang-lubang yang ada pada helai daunnya yang menjari.Tak hanya Janda Bolong yang jadi buruan, pesona ikan cupang pun kembali bersinar di tengah pandemi ini.

                                                Gambar 1. Janda Bolong dan Ikan Cupang 

Ikan cupang, ikan hias yang populer saat pandemi Covid-19. (Shuttestock)

Pembudidaya Ikan Cupang, Faqih mengungkapkan, bahwa harga ikan cupang saat ini bisa dinilai tinggi. Tapi ada juga ikan cupang yang masih dibanderol puluhan ribu.

Menurutnya, faktor yang membuat ikan bernilai tinggi yaitu warna. Ia menerangkan, warna pada cupang harus menarik dan berkilau atau istilah dalam bisnis cupang strong colour.

"Jadi kalau warna dominan warna maup gelap atau terang bisa. Asal jangan nanggung, jangan terang engga gelap engga, yang strong colour dibilangnya," ujar Faqih.

Selain itu, Pria yang hobinya bersepeda ini bilang, yang membuat harga cupang tinggi yaitu bisa dilihat dari ekornya.

"Form atau ekor atas bawah itu rapet tanpa celah. Kalau yang biasa itu ada celah. Kalau yang kualitas itu ekornya berbentuk huruf C, jadi bawah lebih panjang jadi bentuk huruf C," jelasnya.

Dihubungi terpisah, Pembudidaya ikan cupang lainnya, Rewa menyebut, ikan yang layak kontes juga salah satu faktor yang membuat harga ikan cupang ini tinggi.

Saat ini, tambahnya, ikan cupang yang nilainya paling tinggi yaitu berjenis Blue Rim seharga Rp 4 juta per ekornya.

"Jadi tergantung ikannya bisa kontes, genetik baru, dan, ikan yang unik kayak Blue rims kayak form-nya bagus, paling mahal Rp 4 juta," tukas dia.

                                                            Gambar 2. Ikan Cupang

Sumber referensi :

Iwan Supriyatna.https://www.suara.com/bisnis/2020/10/03/060915/janda-bolong-sampai-ikan-cupang-jadi-buruan-masyarakat-di-tengah-pandemi. Sabtu, 03 Oktober 2020. Diakses tanggal 9 Oktober 2020 

Tips Mulai Usaha Ikan Hias, Bisnis yang Makin Bersemi Kala Pandemi

 Tips Mulai Usaha Ikan Hias, Bisnis yang Makin Bersemi Kala Pandemi 

Bagi kamu yang ingin sekali membuka usaha tapi kepentok modal karena keuangan lagi seret akibat pandemi. Pilihan bisnis dengan modal murah tentu menjadi salah satu alternatif dari sedikitnya pilihan yang ada dalam mendapatkan uang tambahan.

Tapi bisnis apa yang laku di musim pandemi saat ini?

Pilihan bisnis modal murah yang bisa bersemi dimusim pandemi itu banyak, mulai dari makanan, online, kurir sampai ikan hias. Yep kamu tidak salah baca, ikan hias ternyata merupakan salah satu bisnis modal minim yang bersemi di kala pandemi.

Siapa yang menyangka bisnis ikan hias dimusim pandemi ternyata mampu memberikan keuntungan yang menjanjikan? Meningkatnya peminat ikan hias dikala pandemi menjadi salah satu alasan kenapa bisnis ikan hias menjadi contoh peluang usaha yang sangat berpotensi.

Bayangkan saja, keuntugan yang bisa didapat dari berbisnis ikan hias bisa mencapai 3 kali lipat dari modal awal, bahkan bisa semakin mahal lagi jika ikan memiliki corak yang unik dan langka. Keuntungan yang bisa diperoleh bisa mencapai 10 kali lipat!

Anda Bingung Cari Produk Kredit Tanpa Agunan Terbaik? Cermati punya solusinya!

Kenapa Minat Mengoleksi Ikan Hias Semakin Meningkat Ketika Pandemi?

                                                        Gambar 1. Ikan Hias 

Alasannya sederhana, karena harus bekerja atau belajar dirumah menjadikan banyak orang memiliki banyak waktu luang dalam menekuni hobi mereka bahkan menemukan hobi baru. Dan mengoleksi ikan hias sudah lama menjadi hobi yang populer di Indonesia.

Hobi yang banyak digeluti terutama oleh para kaum Adam ini pun banjir peminat karena berbagai manfaat positif yang diberikan oleh hobi mengoleksi ikan hias seperti mengurangi stres, menghilangkan jenuh, therapeutic, dan bisa dibisniskan lagi.

Dengan berbagai keuntungan yang bisa didapat dari hobi mengoleksi ikan hias ini tentu saja menmanfaatkannya sebagai peluang usaha baru di musim pandemi seperti ini adalah keputusan yang cerdas.

Tips Memulai Bisnis Ikan Hias dengan Sukses Walau Modal Tipis

Modalnya boleh sedikit, tapi kalau mau sukses berarti bekal lainnya yang harus banyak. Namanya juga berbisnis, punya ide mumpuni aja tidak cukup apalagi jika bisnis yang dipilih memiliki banyak kompetitor. Hal seperti pengetahuan dan strategi juga sangatlah penting untuk dimiliki ketika akan memulai binis.

                                                                Gambar 2. Ikan Hias 

Nah, biar yang belum pernah berbisnis sebelumnya tidak salah langkah dalam menjalankan bisnis ikan hias pertamamu. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan:

1. Pilih Ikan Hias untuk Konsumen Menengah dan Menengah Kebawah

Hobi mengoleksi ikan hias itu bukan cuman untuk mereka yang berduit dan punya kolam ikan di belakang rumahnya. Tapi orang-orang yang hanya memiliki kubik kecil sebagai akuarium atau toples kaca juga berhak menekuni hobi mengoleksi ikan hias.

Dan ikan hias yang bisa dipilih untuk dijual jika kamu menargetkan konsumen menengah dan menengah kebawah adalah ikan hias yang hidup di air tawar karena tidak terlalu memerlukan perawatan yang ekstra dan biaya yang besar seperti ikan cupang dan koki.

Selain itu kenapa lebih baik memilih menjual ikan hias air tawar pun memberikan beberapa keuntungan tambahan untuk kamu yang baru banget di bisnis ini. Seperti:

Modal yang murah, dimana dengan modal Rp100.000-Rp500.000 kamu sudah bisa punya bisnis ikan sendiri.

Selain itu, ikan hias yang kecil seperti cupang tidak memerlukan banyak tempat dan perawatan yang ekstra sehingga minim pengeluaran.

Dan segmentasi konsumennya lebih besar daripada ikan hias laut. Dimana peminat ikan hias air tawar kecil seperti cupang bisa dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa.

2. Punya Pengetahuan Tentang Pengembangbiakan Ikan

Memulai bisnis ikan hias tidak semerta-merta beli ikannya, taruh di akuarium lalu nunggu pembeli. Tapi kamu juga harus tau cara merawatnya, makanannya sampai cara mengembangbiakannya. Boleh-boleh saja memulai belajar pelan-pelan tentang pengembangbiakan ikan sekaligus berbisnis.

Tapi alangkah lebih baiknya demi mengurangi risiko ikan mati dan bisnis merugi kamu bisa mulai belajar sedikit dari sekarang agar tidak kaget ketika menjalankan bisnis tersebut secara nyata.

3. Baru Mulai, Fokus Dulu Pada Satu Jenis

Fokus terhadap satu jenis ikan hias tapi dengan jaminan keuntangan yang lumayan tentu saja lebih baik daripada mencoba mengembangbiakan berbagai jenis ikan hias dalam waktu yang bersamaan.

Namanya juga masih level pemula, ada baiknya kamu memanfaatkan momen awal bisnis sebagi kesempatan untuk belajar sebanyak-banyaknya.

Nanti, jika kamu merasa sudah cukup jago baru mulai menambah 2-3 jenis ikan hias untuk dikembangkan dan dibisniskan.

4. Maksimalkan Potensi Bisnis, Jangan Stuck Jualan Ikan Saja

Jika kamu ingin keuntungan yang lebih maksimal lagi. Jangan hanya fokus jualan ikan saja. Tapi temukan peluang bisnis lain dalam bisnis tersebut.

Maksudnya?

Jadi, dalam bisnis ikan hias itu kamu bisa maksimalkan dengan ikut berjualan bibitnya, makanannya sampai tempatnya (akuarium atau toples kaca). Kamu juga bisa berjualan obat-obatan untuk ikan hias sampai aksesoris akuarium.

5. Strategi Pemasaran yang Tepat

Kamu bisa memanfaatkan media sosial, e-commerce dan blog untuk memasarkan bisnis kamu. Kamu hanya cukup mengupload gambar ikan hias yang kamu akan jual sebaik mungkin untuk diupload ke berbagai akun media sosial kamu. Jangan lupa tulis alamat selengkap mungkin, biar calon pembeli bisa dengan mudah menemukan toko kamu.

Untuk e-commerce kamu bisa manfaatkan untuk menjual bibit dan perlengkapan memelihara ikan hias juga menjual jasa pemasangan atau pengantaran ikan hias langsung kerumah.

Agar target konsumen lebih tepat sasaran, kamu juga bisa menjajakan bisnis mu dikomunitas pecinta ikan hias yang bisa kamu temukan di facebook atau forum online.

Ayo Buruan Mulai sebelum Kompetitor Makin Menjamur

Modal sudah siap, tempat sudah siap, ilmu berbisnis sudah lumayan, jadi apalagi nih yang ditunggu?

Jangan menunda-nunda kesempatan baik. Mumpung peminat ikan hias masih banyak akan lebih baik jika kamu sesegera mungkin memulai bisnis ikan hias mu sendiri sebelum pesaing semakin banyak dan mengurangi kesempatan mu untuk meraih cuan sebanyak-banyaknya.

                                                            Gambar 3. Ikan Hias  

Daftar Pustaka :

Siti Hadijah, Tips Mulai Usaha Ikan Hias, Bisnis yang Makin Bersemi Kala Pandemi.  11 September 2020. https://www.cermati.com/artikel/tips-mulai-usaha-ikan-hias-bisnis-yang-makin-bersemi-kala-pandemi. Diakses tanggal 9 Oktober 2020


Hama dan Penyakit Pada Ikan Nila

Serangan penyakit jarang ditemukan mewabah secara besar-besaran dalam budidaya ikan nila. Kalau pun ada, hanya berupa serangan lokal. Namun pembudidaya tetap harus berhati-hati. Karena penyakit ikan nila bukan tidak mungkin datang mengganggu.

Kondisi paling rentan terhadap serangan hama dan penyakit biasanya terjadi pada fase pembenihan ikan nila, dari penetasan hingga pendederan. Penyakit ikan nila bisa ditularkan lewat aliran air, udara dan kontak langsung. Atau, terjadi karena kondisi lingkungan yang buruk. 

Pengobatan hama dan penyakit pada ikan cukup menyita sumber daya dan biayanya mahal. Oleh karena itu, pencegahan harus lebih diutamakan dibanding pengobatan. Dilihat dari segi ekonomi tindakan pencegahan lebih efesien.

                                                    Gambar 1. Ikan Nila yang kena penyakit

Pencegahan hama dan penyakit

Pencegahan merupakan langkah yang paling efektif untuk menekan resiko hama dan penyakit ikan nila. Karena bila hama dan penyakit sudah menyerang, ongkos penanggulangannya akan lebih besar.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah serangan hama dan penyakit ikan nila, diantaranya:

1. Pengolahan dasar kolam, yaitu pengeringan, pengapuran dan pemupukan. Pengeringan dilakukan dengan menjemur dasar kolam setiap kali hendak memulai budidaya. Sinar matahari bisa membunuh sebagian besar hama dan penyakit yang mungkin ada pada periode budidaya sebelumnya. Pengapuran dasar kolam juga membantu mematikan sebagian penyakit. Untuk lebih detailnya silahkan baca persiapan kolam untuk budidaya ikan.

2. Memasang filter atau saringan pada pintu pemasukan air untuk mencegah sebagian hama dan vektor pembawa penyakit masuk ke dalam kolam.

3. Lakukan secara rutin pemberantasan hama secara mekanis (diambil atau dibunuh) dan pemberantasan hama secara biologis (mempertahankan predator alami hama). Apabila hama tetap membandel bisa dipertimbangkan menggunakan obat-obatan kimia.

4. Gunakan bibit ikan nila unggul yang tahan terhadap penyakit. Bibit sebaiknya didapatkan dari sumber terpercaya, seperti litbang-litbang perikanan.

5. Mengurangi kepadatan ikan agar tidak terjadi kontak antar ikan secara langsung. Dengan jarangnya populasi, kadar oksigen terlarut dalam air kolam akan lebih banyak.

6. Berikan pakan dengan takaran yang tepat untuk menghindari terjadinya penumpukan sisa pakan dalam kolam. Sisa pakan akan membusuk sehingga menurunkan kualitas lingkungan kolam dan menjadi tempat berkembangbiaknya bibit penyakit.

7. Lakukan penanganan ikan secara hati-hati pada saat penebaran atau pemindahan antar kolam, agar ikan tidak terluka yang memicu infeksi penyakit.

8. Apabila langkah pencegahan sudah dilakukan dan hama penyakit tetap muncul, baru lakukan pemberantasan hama dan pengobatan penyakit dengan menggunakan obat-obatan kimia. Yang perlu diingat, pemberian bahan kimia akan mendatangkan efek samping lain.

Pengobatan penyakit bisa dilakukan dengan memberikan bahan kimia pada kolam, merendam ikan yang sakit, mencampur obat dengan pakan, atau memberikan obat secara langsung pada tubuh ikan.

Hama ikan nila

Hama yang memangsa ikan nila tidak jauh berbeda dengan hama ikan air tawar tawar lainnya. Beberapa hama ikan nila yang paling sering dijumpai dan mempunyai efek mematikan diantaranya:

a. Notonecta

Masyarakat Jawa Barat menyebutnya bebeasan (menyerupai beras) karena terdapat bintik putih seperti beras. Hama ini menyerang benih ikan yang masih kecil. Upaya pencegahannya cukup sulit.

Bila jumlahnya sudah terlalu banyak, hama ini bisa diberantas dengan menyiramkan minyak tanah pada kolam. Jumlah minyak tanah yang diperlukan 5 liter tiap 1000 m2 luas kolam. Cara ini cukup efektif menekan populasi notonecta.

                                                        Gambar 2. Notonecta Glauca

b. Larva cybister

Hama ini dikenal dengan nama ucrit, lebih mematikan dibanding notonecta. Warnanya kehijauan dan dapat bergerak dengan cepat. Bagian depan terdapat taring untuk menjepit mangsa, sedangkan di bagian belakangnya terdapat sengatan. Ucrit biasanya menyerang benih ikan.

Ucrit menyukai lingkungan kolam yang banyak mengandung material organik. Untuk mencegahnya, bersihkan kolam secara rutin dari gulma dan sampah organik. Bila sudah dewasa akan bermetamorfosis menjadi kumbang yang bisa meloncat antar kolam.

Bahan kimia yang mematikan bagi ucrit, akan mematikan juga bagi benih ikan nila. Oleh karena itu, hama ucrit hanya dianjurkan untuk diberantas secara mekanis dan mengefektifkan pencegahan.

Penyakit ikan nila

Ikan nila bisa dikatakan relatif tahan terhadap penyakit. Hingga saat ini belum pernah ditemukan wabah penyakit secara besar-besaran yang menyerang ikan nila. Tidak seperti budidaya ikan mas, yang sering dilanda wabah.

Secara umum, terdapat dua tipe penyakit ikan nila, yakni penyakit infeksi atau penyakit menular, dan penyakit non-infeksi yaitu disebabkan oleh kondisi lingkungan yang buruk. Berikut ini beberapa penyakit ikan nila dari jenis penyakit infeksi yang sering dijumpai:

Trichodina sp. Jenis mikroorganisme yang menjadi parasit pada ikan air tawar maupun ikan air laut. Parasit ini biasanya menyerang bagian luar seperti kulit, sirip dan insang. Tandanya terlihat luka pada organ-organi yang diserang. Bisa dicegah dengan menjaga sanitasi kolam dan memasang filter air atau bak pengendapan pada instalasi pengairan kolam. Pengobatan bisa dilakukan dengan merendam ikan yang sakit dalam larutan garam (NaCl) sebanyak 500-1000 mg/liter selama 24 jam. Atau dengan larutan formalin sebanyak 25 mg/liter.

Saprolegniasis. Penyakit yang disebabkan oleh sejenis jamur. Biasanya menyerang telur, larva dan benih ikan. Bagian tubuh yang diserang organ-organ luar. Penampakan penyakit ini seperti benang halus berwarna putih atau putih kecoklatan. Pengobatan dilakukan dengan merendam telur atau ikan yang terserang dalam larutan malachite green 1 mg/liter selama 1 jam, atau larutan formalin 200-300 mg/liter selama 1-3 jam, atau NaCl 5 gram/liter selama 15 menit.

Epistylis spp. Parasit ini umumnya menyerang organ-organ bagian luar seperti kulit, insang dan sirip. Ciri-ciri ikan yang terserang bagian insangnya berwarna merah kecoklatan, ikan sukar bernapas, gerakan lambat, dan pertumbuhannya terhambat. Penularan penyakit terjadi karena kontak langsung dengan ikan yang sakit. Pencegahannya dengan mengurangi padat tebar ikan. Pengobatannya dengan merendam ikan dalam larutan formalin 200 mg/liter selama 40 menit, atau KMnO4 20 mg/liter selama 15-20 menit.

Bercak merah. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Aeromonas dan Pseudomonas. Menyerang organ bagian dalam dan luar. Ciri-cirinya ada pendarahan pada bagian tubuh yang terserang, sisik terkelupas, perut membusung. Bila menyerang kulit akan terlihat borok. Ikan terlihat lemah dan sering muncul ke permukaan kolam. Bila di bedah bagian dalamnya mengalami pendarahan pada hati, ginjal dan limpa. Pengobatan bisa dilakukan dengan cara menyuntik, perendaman atau dengan mencampur obat pada pakan. Obat perendaman kaliumpermanganat 10-20 mg/liter selama 30-60 menit. Penyuntikan dengan tetramysin 0,05 ml per 100 gram bobot ikan atau kanamysin 20-40 mg/kg bobot ikan. Pencampuran pada pakan dengan oxytetracylin 50mg/kg pakan, diberikan setiap hari selama 7-10 hari.

Sedangkan penyakit non-infeksi yang banyak ditemukan dalam budidaya ikan nila disebabkan oleh:

Kualitas air. Kualitas air yang buruk membahayakan perkembangan ikan. Oleh karena itu kualitas air harus terus dipantau. Pastikan saluran masuk dan keluar tetap lancar. Bila air disirkulasikan untuk beberapa kolam, penggunaan bak penyaringan air lebih direkomendasikan. Air yang berkualitas akan membuat ikan selalu berada dalam kondisi bugar dan sehat.

Pakan. Pemberian pakan harus tepat jenis dan takaran. Pakan yang tersisa akan mengendap di dasar kolam, menurunkan kualitas air dan menimbulkan gas-gas berbahaya bagi ikan.

Keracunan. Keracunan pada ikan biasanya disebabkan oleh pemberian pakan yang salah, misalnya pakan kadaluarsa. Bisa juga disebabkan oleh adanya senyawa beracun dalam kolam, seperti H2S yang timbul dari pembusukan material organik di dasar kolam. Atau, polutan berbahaya yang terbawa dari sumber air.

Penanganan ikan. Dalam menangani ikan usahakan secara hari-hati. Misalnya saat penebaran atau pemindahan kolam, jangan sampai tubuh ikan terluka karena jaring atau benda keras lainnya. Luka pada tubuh ikan akan memicu penyakit.

Genetis. Gunakan selalu benih ikan yang baik. Penyakit juga bisa disebabkan oleh keturunan. Misalnya, bentuk tubuh ikan yang tidak sempurna atau cacat.

—–

Daftar Pustaka :

Gufran Kordi. 1997. Budidaya ikan nila. Dahara Prize.
Gusrina. 2008. Budidaya ikan Jilid 3. Kementrian Pendidikan Nasional.
Usni Arie. 2004. Pembenihan dan pembesaran nila gift. Penebar Swadaya.
https://alamtani.com/hama-dan-penyakit-ikan-nila/ diakses pada tanggal 9 Oktober 2020

Cara Budidaya Ikan Lele dengan Media Kolam Tanah dan Tips Pemeliharaannya Budidaya ikan lele merupakan salah satu kegiatan atau usaha yang b...