Sabtu, 30 Januari 2021

MENGENAL PAKAN IKAN BERBASIS BAHAN BAKU LOKAL

 MENGENAL PAKAN IKAN BERBASIS BAHAN BAKU LOKAL

    Usaha budi daya ikan air tawar tradisonal mulai ditinggalkan, tetapi intensitasnya ditingkatkan menjadi semi-insentif, intensif hingga super intensif.  Intensitas usaha budi daya ikan membawa risiko penambahan input produksi, terutama benih unggul dan pakan berkualitas.  Biaya pakan mencapai 70% dari total biaya produksi.  Artinya peningkatan intensitas budidaya mempunyai kerentanan risiko kegagalan seandainya terjadi kematian dan atau peningkatan biaya input produksi dari pakan.

    Pabrik pakan memproduksi pakan tenggelam (sinking feed) dan pakan apung (floating feed).  Umumnya, para pembudidaya ikan lebih memilih pakan apung dibandingkan dengan pakan tenggelam, meskipun harganya relative lebih mahal dengan alas an kemudahan dalam mengontrol pemberian pakan.  Pabrik pakan sebagian besar masih menggunakan bahan baku impor. Ketergantungan terhadap bahan baku impor berpengaruh terhadap harga pakan karena bergantung pada nilai tukar rupiah terhadap dollar.  Hal ini mengakibatkan peningkatan harga pakan.  Fakta menunjukkan bahwa harga pakan terus meningkat, sementara harga jual ikan air tawar  tidak demikian.  Para pembudidaya menjadi gelisah karena usaha budi dayanya tidak menghasilkan keuntungan dan terancam tutup.  Mereka mengusulkan bantuan mesin pembuat pakan ikan.  Pemerintah meresponsnya dengan menyalurkan bantuan mesin pembuat pakan ikan sederhana ke kelompok budidaya di seluruh wilayah Indonesia.  Semua mesin pembuat pakan yang diberikan hanya mencetak pakan tenggelam Masyarakat telah berupaya membuat pakan sendiri, tetapi selalu gagal dalam memproduksi pakan murah dan bermutu seperti pakan komersial.  Kendala yang dihadapi adalah penguasaan teknologi pakan ikan, khususnya ikan budidaya air tawar seperti mas,nila, gurame, lele dan patin. 

    Nutrisi ikan terbagi atas beberapa nutriean : protein, lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral.  Nutriea yang dibutuhkan ikan dalam jumlah besar disebut makronutriea, yaitu protein, lemak dan karbohidrat.  Sementara mikronutriea merupakan nutriea yang dibutuhkan dalam jumlah kecil, tetapi memiliki peran yang penting, vitamin dan mineral termasuk ke dalam mikronutriea.  Semua nutriea ini harus terpenuhi dalam pakan secara lengkap, cukup  dan berimbang sesuai dengan kebutuhan ikan.  Kekurangan dan kelebihan nutriea berdampak buruk secara langsung maupun tidak langsung terhadap ikan .

Kebutuhan protein pada ikan sangat bervariasi, bergantung pada beberapa factor :

  1. Stadia ikan.  Ikan pada stadia larva/benih membutuhkan protein relative tinggi dibandingkan dengan ikan yang lebih besar atau ukuran ikan menjadi panen
  2. Umum ikan.  Ikan berumur lebih muda membutuhkan protein pakan relative lebih tinggi dibandingkan dengan yang lebih tua
  3. Jenis ikan.  Ikan karnivora memerlukan protein pakan yang lebih tinggi dibandingkan dengan omnivore dan herbivore

Syarat protein dalam pakan :

  1. Sesuai protein pakan dengan kebutuhan ikan
  2. Jangan berikan protein berlebih atau kurang dalam pakan
  3. Kombinasikan protein hewani dan nabati agar memiliki komposisi asam amino yang seimbang

Fungsi protein :

  1.         Membangun jaringan tubuh
  2.         Mengganti jaringan tubuh yang rusak
  3.         Bahan enzim yang membantu proses fisiologis dalam tubuh ikan

Fungsi lemak :

  1.         Sumber energy terbaik ikan
  2.         Menjaga permeabilitas sel ikan
  3.         Membantu proses pematangan gonad

Syarat lemak dalam pakan :

  1.         Hindari penggunaan lemak dalam jumlah berlebih
  2.         Jika harus menggunakan lemak dalam jumlah besar, tambahkan antioksidan

Syarat vitamin dalam pakan:

  1. Gunakan vitamin tepat jenis dan tepat jumlah
  2. Vitamin C dapat ditambahkan dalam pakan untuk mengatasi stres akibat perubahan lingkungan
  3. Kombinasi penggunaan vitamin E, vitamin C dan asam lemak dapat memacu pematangan gonad ikan serta meningkatkan recovery gonad

Syarat Bahan Baku Pakan Lokal Spesifik Lokasi :

  1. Bahan baku local yang selama ini masih menyebar, perlu didata dan dipilih sesuai dengan criteria sebagai berikut :
  2. Bahan baku merupakan hasil samping kegiatan pertanian dalam arti luas (Pertanian, perkebunanan, peternakan dan perikanan), kegiatan manusia dan tanaman gulma.  Kegiatan pengolahan hasil pertanian dan perkebunan menghasilkan produk samping sebagai sumber protein nabati dan perekat, antara lain berupa bungkil (Kedelai, kelapa), dedak padi, bubur (crude palm oil), daun-daunan (hortikultura) dan biji-biji (karet).  Kegiatan peternakan dan pengolahan hasil ternak menghasilkan banyak produk, antara lain hewan mati, telur tidak menetas, darah dan jeroan ternak.  Kegiatan perikanan dan pengolahan menghasilkan ikan rucah (trash fish), ikan BS (below standard), ikan mati dan sisa ikan dari proses industry pengolahan ikan (bubur ikan asin/ikan teri, pengalengan ikan tuna, minyak ikan, minyak cumi).  Semua hasil samping kegiatan peternakan dan perikanan digunakan sebagai sumber protein hewani, sumber energy dan mineral.  Tanaman gulma banyak terdapat di perairan seperti eceng gondok dan hydrilla.  Kegiatan manusia lainnya yang berpotensi sebagai bahan baku pakan ikan adalah bahan organic dari kegiatan pasar seperti daun kembang kol dan sawi hijau.
  3. Bahan baku harus tersedia dalam jumlah relative banyak dan berkesinambnngan
  4. Bahan baku mengandung nutrisi yang baik, dapat dicerna oleh ikan, dan tidak mengandung zat antinutriean yang akan menghambat pertumbuhan ikan
  5. Bahan baku mudah diolah menjadi tepung.  Bentuk tepung ini merupakan persyaratan yang harus dipenuhi agar merata jika dicampur dalam suatu ransum
  6. Bahan baku belum mempunyai harga atau relative murah dalam proses pengolahannya
  7. Bahan baku tidak bersaing dengan kepentingan manusia

Identifikasi Bahan Baku 

Cara mudah untuk mengidentifikasi bahan baku pakan adalah sebagai berikut :

  1. Mengidentifikasi bahan baku yang biasa digunakan oleh pabrik pakan ikan.  Pabrik pakan ikan memilih bahan baku atas pertimbangan ketersediaannya yang berkelanjutan, harga relative murah dan sudah teruji secara ilmiah di laboratorium maupun lapangan
  2. Mengidentifikasi bahan baku yang sudah diteliti oleh lembaga penelitian dan atau perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.  Bahan baku ini dipilih sebagai objek penelitian dengan alas an potensinya besar dan atau mencari bahan baku alternative sebagai pengganti bahan baku impor.
  3. Melakukan survey sendiri mengenai bahan baku yang terdapat di sekitar kita.  Caranya dengan mewawancarai dinas terkait, toko makanan ternak dan para pembudidaya.  Sampel bahan baku diambil untuk analisis proksimat di laboratorium nutrisi terakreditasi

Kandungan Nutrisi (%) Beberapa Bahan Baku Lokal Sumber Protein Hewani







Sumber Referensi :

Yudha Adi Pradana. http://bbplm-jakarta.kemendesa.go.id/index.php/view/detil/355/mengenal-pakan-ikan-berbasis-bahan-baku-lokal. artikel. 


BUDIDAYA IKAN NILA MENGGUNAKAN SISTEM BIOFLOK

 BUDIDAYA IKAN NILA MENGGUNAKAN SISTEM BIOFLOK

    Dinas Kelautan dan Perikanan Kulon Progo, khususnya Bidang Budidaya Ikan mencoba budidaya Ikan Nila menggunakan sistem bioflok karena penerapan budidaya sistem bioflok belum banyak dilakukan oleh masyarakat. Diharapkan dengan budidaya sistem bioflok penggunaan pakan lebih efisien, produktifitas tinggi, hemat air dan ramah lingkungan. Ikan Nila dipilih untuk dibudidayakan karena ikan ini mempunyai daya toleransi yang tinggi terhadap perubahan lingkungan (Aliyas et al., 2013)  dan merupakan ikan pemakan fitoplankton, zooplankton dan detritus (Sukamto et all., 2013).

    Bioflok sendiri berasal dari kata bios yang artinya “kehidupan” dan flok “gumpalan”. Jadi bioflok adalah kumpulan dari berbagai organisme (bakteri, jamur, algae, protozoa, cacing dll), yang tergabung dalam gumpalan (floc) (Suprapto dan Legian, 2013). Bioflok dapat terbentuk jika ada 4 komponen yaitu sumber karbon, bahan organik dari sisa pakan dan kotoran ikan, bakteri pengurai dan ketersediaan oksigen. Terbentuknya bioflok terjadi melalui pengadukan bahan organik oleh aerasi supaya terlarut dalam kolom air untuk merangsang perkembangan bakteri heterotrof aerobik (kondisi cukup oksigen) menempel pada partikel organik, menguraikan bahan organik (mengambil C-organik), selanjutnya menyerap mineral seperti ammonia, fosfat dan nutrient lain dalam air. Sehingga bakteri yang menguntungkan akan berkembang biak dengan baik. Bakteri-bakteri ini akan membentuk konsorsium dan terjadi pembentukan flok. Hasilnya kualitas air menjadi lebih baik dan bahan organik didaur ulang menjadi flok yang dapat dimakan oleh ikan.

Langkah-langkah yang harus dipersiapkan untuk Budidaya Ikan Nila dengan sistem bioflok adalah sebagai berikut:

  1. Kolam bulat central drain berdiameter 3 dan kedalaman 2 m dibersihkan dengan cara disikat sampai bersih dan diisi air.
  2. Instalasi aerasi di pasang di 2 kolam bulat dengan jumlah batu aerasi masing – masing kolam sebanyak 9 buah. Posisi batu aerasi disesuaikan sehinggan oksigen bisa merata di semua kolom air kolam. Aliran oksigen di setting dengan kecepatan 10 L/menit.
  3. Bahan untuk membuat media bioflok adalah garam krosok 1 kg/m3, kapur dolomit 50 gram/m3, molase 100 ml/m3, probiotik dengan komposisi baketri Baccilus sp. 10 ml/m3 (menggunakan kombinasi sel multi dan bioflokulan). Masing – masing bahan tersebut secara berurutan di larutkan dengan air dan dimasukkan ke dalam kolam.
  4. Kolam didiamkan selama 7-10 hari atau sampai dinding kolam terasa licin jika dipegang.
  5. Kualitas air diukur dan dipertahankan minimal kandungan oksigen terlarut 3 mg/L dan pH 6-8 serta dilakukan pengamatan warna air.
  6. Benih ikan Nila dimasukkan ke dalam kolam pada sore hari (15 Juli 2020) dengan rencana kepadatan 120 ekor/ m3, tetapi karena keterbatasan benih maka di coba dengan kepadatan 90 ekor/ m3.
  7. Ikan diberi makan setelah 2x24 jam dengan dosis 3 % dari berat badan ikan.

Untuk perlakukan air selama pemeliharan ialah sebagai berikut:

  1. Dilakukan penambahan molase dan probiotik jika kadar oksigen mendekati 3mg/L.
  2. Dilakukan penambahan dolomit jika terjadi perubahan pH air menjadi cenderung asam (pH 5).
  3. Air media bioflok diusahakan berwarna kecoklatan.
  4. Volume flok dipertahankan hingga 50 ml/L dan jika flok terlalu padata makan pemberian pakan dihentikan.
  5. Penambahan air dilakukan bila terjadi penguapan.

Keterangan: budidaya sistem bioflok ini dapat diterapkan baik kolam bulat atau kontak dengan sistem central drain.

Gambar 1. Penimbangan garam

Gambar 2. Probiotik sel multi

Gambar 3. Pemberian kapur dolomit

Gambar 4. Pemberian molase

Gambar 5. Pemberian probiotik

Gambar 6. Penebaran benih ikan Nila


Sumber Referensi :

https://dkp.kulonprogokab.go.id/detil/201/budidaya-ikan-nila-menggunakan-sistem-bioflok

Kamis, 28 Januari 2021

Kerupuk kulit ikan

Friday, 29-01-2021

  Kerupuk kulit ikan

  

Gambar 1. kerupuk kulit ikan 

- Bahan-bahan

  1. 1/4 kulit ikan tengiri
  2. secukupnya Garam
  3. 5 siung bawang putih
  4. 2 sdm ketumbar
  5. secukupnya Asam jawa
  6. secukupnya Air
  7. secukupnya Kapur sirih

Langkah-langkah 

  1. Potong kulit ikan seperti filet ikan, cuci bersih kulit ikan tengiri
  2. Rendam kulit tengiri dengan kapur sirih semalaman hingga kulit ikan kaku
  3. Setelah itu haluskan semua bumbu,bawang putih, ketumbar n garam
  4. Celupkan kerupuk kulit ikan kedalam bumbu yang dihaluskan
  5. Jemur kulit ikan tengiri diterik matahari hingga kering
  6. Panaskan minyak n goreng kerupuk kulit ikan tengiri
  7. Treet kulit ikan tengiri siap disajikan,masukkan kedalam kaleng biar tidak melempem
  8. Selamat mencoba
Gambar 2. kerupuk kulit ikan 

Sumber Referensi:
https://cookpad.com/id/resep/4038829-kerupuk-kulit-ikan

Pentingnya Kelola Perairan Umum Daratan untuk Kebaikan Bersama

 Pentingnya Kelola Perairan Umum Daratan untuk Kebaikan Bersama

    Perairan umum daratan memegang peranan penting bagi industri perikanan nasional sejak lama. Salah satunya, karena perairan tersebut bisa menghasilkan komoditas perikanan bernilai ekonomi tinggi dan disukai masyarakat. Berbeda dengan perairan umum di laut yang sudah memiliki regulasi, perairan umum di darat hingga saat ini belum memiliki regulasi yang jelas. Untuk itu, perlu didorong penerbitan regulasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan agar bisa mengatur dan mengelola perairan umum daratan dengan baik.

    Di Indonesia, perairan umum daratan bisa dijumpai di ekosistem sungai, waduk, dan danau yang luas keseluruhannya mencapai 13,85 juta hektare. Luasan tersebut menyebar di hampir seluruh wilayah pulau dan kepulauan di Indonesia. Salah satu manfaat pengelolaan perairan umum daratan, adalah penyelamatan ikan endemik yang terancam punah. Di Indonesia, terdapat ikan sidat, arwana, dan belida yang statusnya terancam punah. Ikan-ikan tersebut, mendiami ekosistem di sungai, waduk, dan danau, serta menjadi buruan warga karena rasanya yang lezat.

    Indonesia memerlukan sebuah kebijakan yang bisa mengatur dan mengelola perairan umum daratan secara baik. Kehadiran regulasi seperti itu, sangat penting untuk dimunculkan, karena perairan umum daratan menghasilkan komoditas ekonomi yang penting. Tanpa ada pengelolaan yang baik, komoditas yang dihasilkan dari perairan umum daratan lambat laun akan habis sumber dayanya.

    Demikian diungkapkan Kepala Pusat Riset Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Waluyo Sejati Abutohir belum lama ini di Bandung, Jawa Barat. Menurut dia, dengan adanya kebijakan khusus, maka itu sama saja dengan memberikan perlindungan kepada masyarakat yang menjadikan perairan umum daratan sebagai mata pencaharian mereka.

“Saat ini sedang disusun draf keputusan menteri kelautan dan perikanan tentang kawasan pengelolaan perikanan untuk perairan umum daerah (KPPU-PUD),” ucap dia dalam keterangan resmi yang diterima Mongabay Indonesia.

Waluyo mengatakan, untuk saat ini penyusunan draf sudah memasuki tahap finalisasi dan diharapkan bisa untuk segera disahkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan. Tahapan tersebut menjadi penting, karena di masa mendatang keberadaan permen akan menjadi kebijakan dalam pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya perikanan daratan di seluruh Indonesia.

Menurut Waluyo, dibandingkan dengan perairan laut beserta sumber daya ikan di dalamnya, perairan umum daratan hingga saat ini dinilai masih tertinggal dalam pengelolaannya. Hal itu terbukti dengan adanya pengaturan wilayah pengelolaan perikanan RI (WPPRI) yang mengatur wilayah laut Indonesia dari Sabang sampai Merauke, dan dari Miangas sampai pulau Rote.

“Sampai saat ini belum ada peraturan yang mengatur kawasan perairan umum daratan. Keberadaan Keputusan Menteri tentang Wilayah Pengelolaan Perikanan Perairan Umum Darat (KPP-PUD) sangat penting, karena Indonesia memiliki wilayah perairan umum daratan yang luasnya sekitar 13,85 juta hektare,” ungkapnya.

Ekosistem Daratan

    Luasan perairan umum daratan tersebut, kata Waluyo, terdiri dari ekosistem sungai dan dataran banjir, danau, dan danau buatan manusia atau waduk yang tersebar di pulau-pulau kepulauan seperti Kalimantan, Sumatera, Papua, Sulawesi dan Jawa, Bali, dan Pulau Nusa Tenggara. Keragaman wilayah tersebut, penting untuk bisa dikelola dengan baik dan sesuai dengan ekosistem masing-masing.

Dengan terbitnya permen KP nanti, Waluyo menyebutkan, itu akan menjadi payung dalam pengelolaan perikanan nasional yang mengatur pemanfaatan perikanan umum daratan. Caranya, melalui perencanaan tata ruang, persiapan rencana pengelolaan perikanan (RPP), konservasi, budi daya ikan, penelitian dan pengembangan perikanan.

“Sesuai dengan kode etik internasional untuk perikanan yang bertanggung jawab di Indonesia,” tegas dia.

    Pada 2010, Komisi Nasional Plasma Nutfah Indonesia pernah melaporkan bahwa perairan umum daratan yang ada di Indonesia mengandung kekayaan plasma nutfah ikan yang jenisnya sangat banyak. Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa jumlahnya mencapai 25 persen dari semua jumlah jenis ikan yang ada di dunia.

Perkiraan tersebut, kemudian dipertegas oleh lembaga pangan dunia PBB (FAO) yang melaporkan bahwa di perairan umum daratan Indonesia terdapat 2.000 jenis ikan. Keragaman tersebut, mengharuskan adanya sinergi lintas sektor dalam melaksanakan pengelolaan sumber daya ikan yang ada dalam perairan umum daratan.

Dengan cara demikian, maka FAO meyakini kalau pengelolaan dengan cara multi sektor akan menjaga habitat dan kelestarian sumber daya ikan. Meskipun, di saat yang sama ada kegiatan dari berbagai sektor pada wilayah perairan umum daratan.

National Project Manager I-Fish FAO Ateng Supriatna mengatakan, sinergi antar lembaga yang dibangun Pemerintah Indonesia bersama FAO, bertujuan untuk membangun prinsip pengelolaan perikanan perairan umum darata sesuai dengan kaidah yang ada dan mengikuti prinsip keberlanjutan. Salah satu yang jadi perhatian, adalah pengelolaan beberapa jenis ikan yang terancam punah.

Diketahui, I-FISH adalah proyek FAO bersama KKP untuk pengarusutamaan konservasi keanekaragaman hayati perairan umum daratan dan pemanfaatan berkelanjutan perairan umum daratan terhadap ekosistem perairan tawar yang bernilai tinggi. Proyek tersebut sudah dimulai sejak 2016 dan memiliki tujuan untuk memperkuat kerangka pengelolaan, pemanfaatan keanekaragaman sumber daya perikanan daratan.

Selain itu, menurut Ateng Supriatna, tujuan dari I-Fish adalah untuk meningkatkan perlindungan terhadap ekosistem perikanan darat yang bernilai tinggi. Saat ini, I-FISH memiliki lima wilayah demonstrasi, dengan target ikan bernilai tinggi di masing-masing wilayah demonstrasi, yakni: Sidat di Jawa (Cilacap dan Sukabumi), Arwana dan perikanan Beje di Kalimantan (Barito Selatan dan Kapuas), serta Belida di Sumatera (Kampar).

Ikan Endemik

Upaya penyelamatan ikan endemik yang terancam punah, memang menjadi fokus dari KKP sejak lama. Salah satunya, adalah ikan sidat yang habitat utamanya ada di sungai Musi di pulau Sumatera. Ikan tersebut, dari waktu ke waktu terus menurun jumlahnya, karena selalu menjadi buruan warga di sekitar Sumatera dan menjadi bahan baku utama pembuatan penganan terkenal pempek.

Menurut Direktur Jenderal Perikanan Budi daya KKP Slamet Soebjakto, jika perburuan terus dilakukan tanpa dibarengi dengan perlindungan, dalam beberapa tahun ke depan ikan endemik di sungai Musi dipastikan akan hilang alias punah. Untuk itu, agar ancaman itu tidak datang, dia meminta semua pihak untuk bisa ikut melestarikan ikan endemik yang saat ini masih ada di sungai Musi.

Slamet menerangkan, terus menurunnya populasi ikan belida, disebabkan karena penangkapan ikan tersebut dilakukan tanpa jeda oleh masyarakat di sekitar sungai. Ikan tersebut jadi buruan, karena biasa digunakan oleh warga sebagai bahan baku pembuatan makanan khas Sumatera Selatan, pempek. Ikan tersebut menjadi buruan karena dikenal dengan dagingnya yang lezat.

Agar ancaman punah bisa dihalau, Slamet menyebut kalau KKP terus melakukan restocking ikan Belida ke dalam sungai. Untuk melaksanakan restocking, Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Jambi bertanggung jawab untuk menyediakan benih ikan endemik yang diperlukan. Setelah dilakukan penebaran benih, masyarakat di sekitar sungai Musi, dan umumnya di Sumatera Selatan diharapkan bisa menjaga kelestarian sungai dan isinya.

“Penting untuk dilakukan pengaturan jadwal penangkapan ikan pada musim-musim tertentu dan dilakukan secara selektif,” tutur dia.

Sementara, Peneliti Pusat Penelitian Biologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Haryono mengatakan, penurunan yang terus terjadi pada populasi ikan endemik lokal, bisa terjadi karena hingga saat ini pengawasan terhadap ikan tersebut masih belum seaktif pengawasan ikan yang ada di perairan laut.

Menurut Haryono, ikan yang tumbuh di air tawar, bisa ditemukan di habitat air yang mengalir (lotik) seperti sungai, dan air yang menggenang (lentik) seperti danau, waduk, dan rawa. Di Indonesia, total luas perairan umum daratan mencapai 55 juta ha. Dengan rincian, luas perairan sungai 11,95 juta ha, perairan danau/waduk 2,1 juta ha, dan perairan rawa 39,4 juta ha.

“Perairan umum daratan air tawar ini terutama ada di pulau Kalimantan dan Sumatera,” ucap dia.

Dengan luasan seperti itu, Haryono menyebut, ikan bisa berkembang dengan baik, namun faktanya justru terdapat sejumlah ikan endemik yang populasinya mulai terancam. Ikan jenis tersebut, biasanya tersebar pada wilayah geografis atau habitat yang terbatas. Selain ikan endemik, ada juga ikan asli atau lokal, ikan langka, ikan terancam punah, ikan introduksi, dan ikan invasif.

Di Indonesia, kata Haryono, total ada 4.782 spesies ikan asli Indonesia yang tersebar di berbagai wilayah perairan. Dari jumlah tersebut, ikan air tawar memiliki 1.248 spesies, ikan laut dengan 3.534 spesies, ikan endemik 130 spesies, introduksi 120 spesies, terancam punah 150 spesies, dan invasif sebanyak 13 spesies.


Sumber Referensi :

https://www.mongabay.co.id/2019/06/04/pentingnya-kelola-perairan-umum-daratan-untuk-kebaikan-bersama/

 

4 Jenis Ikan Cupang Mahal yang Cocok untuk Dipelihara

  4 Jenis Ikan Cupang Mahal yang Cocok untuk Dipelihara

    Ikan cupang atau Betta SP merupakan salah satu jenis ikan air tawar yang habitat aslinya adalah bebrapa negara di Asia Tenggara, antara lain Indonesia, Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, dan Vietnam. Jenis ikan cupang ini mempunyai bentuk dan karakter yang unik dan cenderung agresif dalam mempertahankan wilayahnya. Di Indonesia, terdapat cupang asli salah satunya jenis betta channoides yang bisa ditemukan di Pampang, Kalimantan Timur.

    Di kalangan para penggemar, ikan cupang biasa umumnya terbagi atas tiga golongan, yaitu cupang hias, cupang aduan, dan cupang liar. Ikan cupang ini ada yang dikenal dengan mouth breeder yaitu ikan cupang yang mengerami telurnya di dalam mulut serta ada juga yang membangun sarangnya dengan busa atau bublie nest.

    Ikan cupang merupakan salah satu ikan yang kuat bertahan hidup dalam waktu lama, sehingga apabila ikan tersebut ditempatkan di wadah dengan volume air sedikit dan tanpa adanya alat sirkulasi udara dan aerator, ikan ini masih dapat bertahan hidup. Oleh sebab itu, hal inilah yang menjadi alasan ikan cupang banyak sekali digemari dan dipelihara oleh banyak kalangan.

    Jenis ikan cupang juga sangat beragam macamnya dan memiliki harga yang variatif. Mulai dari puluhan ribu hingga puluhan juta rupiah. Untuk mengetahui secara rinci, berikut jenis ikan cupang yang cocok dipelihara yang dilansir dari Liputan6.com

1. Ikan Cupang Plakat

    Jenis ikan cupang plakat merupakan jenis cupang aduan yang paling banyak dijual di pasaran dan paling dicari. Plakat sendiri diambil dari bahasa Thailand yang artinya “tarung”. Konon, tradisi adu ikan cupang awal mulanya berasal dari negara Thailand sehingga ikan cupang aduan banyak diasosiasikan dengan negara tersebut.

    Ikan cupang plakat mempunyai ciri ciri sirip dan ekornya yang pendek. Warnanya sendiri tidak terlalu mencolok dengan tubuhnya cukup besar dan kokoh sehingga sangat pas untuk dijadikan sebagai petarung. Ikan ini juga akan bergerak sangat agresif apabila melihat musuh di dekatnya. Harga dari ikan cupang plakat biasanya bervariatif mulai dari harga ikan cupang plakat anakan berkisar Rp 50.000 hingga Rp 2.000.000 untuk ikan cupang lakat yang menjadi juara dalam kontes aduan.

2. Ikan Cupang Giant

    Jenis ikan cupang giant merupakan persilangan dari berbagai jenis cupang. Ikan cupang giant merupakan sebutan untuk ikan cupang yang memiliki badan yang jauh lebih besar daripada cupang biasanya. Bahkan, ikan cupang giant ini ada yang panjangnya bisa mencapai 10-15 cm.

    Ikan cupang giant merupakan ikan cupang yang berasal dari negara Thailand dan banyak ditemukan di sungai-sungai dan danau di sana. Ikan cupang giant akan sangat cocok untuk dijadikan sebagai ikan cupang aduan karena tubuhnya yang besar dan lebih agresif. Karena ukurannya yang besar ini maka harganya juga lebih mahal dari ikan cupang biasa. Untuk harga ikan cupang giant untuk anakan saat ini berkisar Rp 50.000 hingga ikan cupang giant yang menjadi juara petarung yang berkisar di harga Rp 500.000 hingga Rp 1.000.000

3. Ikan Cupang Double Tail

    Jenis ikan cupang mahal yang cocok dipelihara yang selanjutnya adalah ikan cupang double tail. Ikan cupang double tail terlihat sangat mirip dengan cupang halfmoon yaitu ikan cupang terkenal dengan sebutan bulan sepotong dan cukup popular. Bedanya, ikan ini memiliki ekor yang terbelah atau bercagak dua. Karena karakteristiknya itulah ikan ini akhirnya dinamai dengan double tail alias ekor ganda.

    Ikan ini juga memiliki variasi warna yang cukup beragam. Ikan ini cukup langka di pasaran dan biasanya dijual dengan harga yang relatif lebih mahal dari ikan cupang yang lainnya. Dan ikan cupang double tail juga merupakan ikan cupang yang termasuk sulit untuk dibudidayakan. Untuk harga ikan cupang double tail anakan biasanya berkisar di antara Rp 100.000 dan ikan cupang double tail juara berkisar antara Rp 2.000.000

4. Ikan Cupang Fancy

    Jenis ikan cupang mahal yang cocok dipelihara berikutnya adalah jenis ikan cupang fancy. Ikan cupang fancy memiliki ukuran sirip yang tidak besar seperti ikan cupang halfmoon, tetapi jenis ikan cupang ini memiliki warna yang cantik. Ikan cupang fancy terkenal karena kombinasi warna degradasi seperti lukisan yang sangat cantik yang membuat harga ikan cupang fancy mahal.

Oleh karena itu, di kalangan para pecinta ikan cupang, cupang fancy merupakan pilihan yang tepat karena keunikan warna yang beragam dan sangat cocok apabila dipelihara karena kecantikan warnanya. Untuk harganya, harga ikan ini juga dikenal cukup mahal tetapi tergantung dengan corak warna yang dimilikinya. Untuk ikan cupang fancy anakan berkisar Rp 100.000 dan untuk ikan cupang fancy juara bisa mencapai harga Rp 2.000.000.


Sumber referensi :

https://www.merdeka.com/jatim/4-jenis-ikan-cupang-mahal-yang-cocok-untuk-dipelihara-kln.html?page=5

Ikan Cupang, Si Primadona di Masa Pandemi

Ikan Cupang, Si Primadona di Masa Pandemi 

    Pandemi Covid-19 membatasi aktivitas dan ruang gerak masyarakat Indonesia. Mobilitas pun menurun karena diwajibkan untuk tinggal di rumah saja. Alhasil, mulai muncul berbagai tren hobi baru. Salah satunya adalah tren memelihara ikan cupang. “Kalau dilihat di pandemi ini, cupang itu merupakan hiburan. Hiburan yang enak, tapi juga bisa menghasilkan (pendapatan),” ujar Asep Syariffudin, seorang penjual sekaligus pembudi daya ikan cupang hias. Kepada Kompas.com, Asep mejelaskan bahwa peminat ikan cupang kini semakin beragam. 


    “Anak, remaja, dewasa, bos-bos, selebriti, semua sekarang suka cupang,” tambah Asep. Ikan cupang dianggap dapat menjadi hiburan di kala harus tinggal di rumah. Hal ini disebabkan keindahan ikan cupang yang sedap dipandang mata. Sehingga, ikan cupang mampu menjadi penangkal rasa bosan karena tak beraktivitas seperti biasanya. “Variasi warna yang menjadi salah satu daya tarik. Ini hiburan yang jadi kegiatan yang menghibur, ya cupang,” tambah Asep. Harga melambung di tengah pandemi Minat yang tinggi tentu berpengaruh pada tingkat penjualan ikan cupang di Tanah Air. Sebelum pandemi, salah seorang penjual dan pembudi daya ikan cupang lainnya, Dani, mengaku penjualan ikan cupang relatif stabil. “2-3 bulan sebelum pandemi, itu ikan biasa aja. Jalannya stabil, tapi enggak begitu ngagetinlah permintaannya,” ujar Dani. 


    Namun, memasuki bulan ke-3 pandemi Covid-19 di Indonesia, mulai terlihat peningkatan permintaan ikan cupang dari masyarakat. “Di masa pandemi sekitar tiga bulan, ini sudah mulai keliatan pergerakannya. Masuk di bulan ketiga pandemi, itu makin enggak bisa dibendung pergerakannya. Otomatis permintaan naik, stok dikit, dia harga melambung,” tambah Dani. Baca juga: Tren Ikan Cupang yang Jadi Hobi Sekaligus Bisnis Menguntungkan Tak heran, harga penjualan ikan cupang melesat tinggi. “Di tempat saya, dulu biasanya saya jual paling mahal katakanlah Rp 250.000. Itu sekarang yang segitu bisa mencapai Rp 4 juta - Rp 5 juta. Pergerakan sampai segitu,” jelas Dani. Seorang penjual dan pembudidaya cupang lainnya, Dapot, mengaku bahwa omzetnya ketika pandemi meningkat hingga 1000 persen. “Dulu itu misal ya, kami sebulan Rp 5 juta, sekarang ya bisa dibilang naik 1000 persen,” ujarnya. Jadi pilihan bisnis baru Melihat naiknya pamor ikan cupang, tak sedikit yang mulai mencoba peruntungan bisnis ini. Terutama, karena pandemi Covid-19 juga berdampak bagi keadaan finansial masyarakat. “Yang beli itu diawali dengan bukan orang yang seneng dulu, tapi dengan orang yang berhenti kerja, pengin cari usaha, usaha yang sekaligus jadi hobi dan usaha, masuk mereka ke situ,” jelas Dani. “Ada itu yang guru, terus ya pandemi ini, coba langsung jualan cupang. Sukses. Ada juga karyawan-karyawan itu pada nyobain jualan cupang, pada seneng, karena pendapatannya juga besar,” ujarnya. Baca juga: Awalnya Iseng Koleksi Ikan Cupang Saat Pandemi, Pemuda Ini Raup Omzet Rp 40 Juta Per Bulan Dani menjelaskan bahwa bisnis ikan cupang menjadi lebih mudah, karena kini dipasarkan melalui dunia digital sehingga lebih banyak masyarakat yang dapat dijangkau. “Mereka mampu ngangkat harga cupang, karena munculnya itu juga lewat online. Banyak yang jualan online. Sebelum pandemi, udah lewat online, tapi biasa-biasa aja pergerakannya,” tambahnya. Melalui berbagai platform, para pedagang ikan cupang memperluas jangkauan konsumennya. “Motor penggerak itu dunia online, Instagram, Facebook, dan itu dikelola oleh orang-orang muda. Itu yang bikin booming,” jelasnya. 

Sumber Referensi :
https://megapolitan.kompas.com/read/2020/11/10/10184021/ikan-cupang-si-primadona-di-masa-pandemi?page=all.
Penulis : Sonya Teresa Debora
Editor : Nursita Sari

11 Makanan Ikan Nila Agar Cepat Besar

11 Makanan Ikan Nila Agar Cepat Besar 

- Tumbuhan Azolla

Makanan ikan nila supaya cepat besar yang pertama adalah tumbuhan Azolla. Azolla merupakan salah satu tumbuhan paku air yang banyak tumbuh dan tersebar di sawah. Tumbuhan ini tumbuh dari suku Azzollaceae yang hidup mengapung di atas air. Azolla mengandung nutrisi dan protein yang cukup baik hingga 33%. Sehingga sangat menjanjikan untuk membantu pertumbuhan ikan nila. Kamu bisa memberi makan ikan nila dengan azolla yang terlebih dahulu dipotong kecil-kecil atau langsung saja menempatkan azolla dalam kolam. Selain membuat ikan nila cepat besar, azolla juga memiliki harga yang murah.



- Daun Talas

Daun talas merupakan salah satu makanan ikan nila supaya cepat besar selanjutnya. Penggunaan daun talas tidak hanya membuat ikan tumbuh lebih besar, namun juga dapat menghemat pengeluaran. Bahkan, makanan ikan nila satu ini juga berguna agar ikan nila tidak ketergantungan dengan pakan buatan seperti pelet.

- Kangkung

Kangkung juga bisa dijadikan makanan ikan nila supaya cepat besar layaknya daun talas. Kangkung juga tak kalah berkualitas untuk ikan nila. Kamu bisa memberikan ikan nila makan kangkung dengan cara dipotong kecil terlebih dahulu. Banyak juga pembudi daya yang membiarkan kangkung tumbuh sendiri di kolam agar ikan nila bisa memakanya kapan saja.

- Cacing Sutera

Cacing sutera memiliki kadar protein tinggi hingga 40-57%, lemak 10-13% dan serat 2.04%, sehingga menjadi salah satu makanan ikan nila supaya cepat besar. Cacing sutra juga sering menjadi pakan andalan bagi para peternak ikan, entah ikan konsumsi maupun ikan hias seperti guppy dan cupang. Hal ini karena cacing sutra memang diyakini dapat mempercepat pertumbuhan ikan. Kamu bisa mendapatkannya dengan mencarinya sendiri di parit atau membelinya pada penjual.

- Lumut

Lumut merupakan salah satu makanan ikan nila supaya cepat besar karena mengandung banyak protein. Selain dijadikan makanan alami, lumut juga banyak digunakan oleh para pemancing untuk mendapatkan ikan nila. Lumut biasanya sudah banyak tumbuh di kolam. Tetapi jika sudah habis, kamu bisa mencari lumut di sungai dan sawah untuk tambahan makanan ikan nila.

- Kutu Air

Ukuran kutu air yang kecil sangat cocok untuk makanan ikan nila supaya cepat besar. Kuta air bisa kamu temukan di para penjual ikan hias maupun bisa dicari sendiri di sungai dan selokan. Kutu air sangat disarankan untuk makanan ikan nila kecil karena bisa membantu mempercepat pertumbuhan ikan.

- Artemia

Artemia merupakan salah satu jenis hewah air berukuran kecil yang sangat baik untuk makanan ikan nila supaya cepat besar. Artemia mengandung lemak dan protein yang banyak dibutihkan untuk pertumbuhan ikan nila. Ukuran artemia yang sangat kecil seperti kutu air ini sangat baik untuk benih ikan nila yang baru menetas.

- Dedak

Dedak juga bisa menjadi makanan ikan nila supaya cepat besar. Apalagi ukuran dedak yang kecil sangat sesuai dengan ukuran mulut ikan nila kecil. Dedak banyak dipilih sebagai makanan ikan nila alternatif karena banyak mengandung karbohidrat yang baik untuk pertumbuhan ikan nila. Selain itu, harga jenis makanan ikan nila kecil ini juga murah dan mudah didapatkan.

- Sisa Nasi

Jika kamu mau yang lebih mudah lagi, kamu bisa memberikan ikan nila makanan sisa nasi. Makanan ikan nila supaya cepat besar ini mengandung karbohidrat dan protein yang tinggi untuk mempercepat pertumbuhan ikan nila. Kamu juga bisa mencampurkan nasi dengan dedak atau langsung saja memberikannya untuk pakan ikan nila.

- Ampas Kelapa

Ampas kelapa juga bisa digunakan menjadi makanan ikan nila supaya cepat besar. Harga ampas kelapa yang murah dan mudah didapatkan menjadi salah satu makanan alternatif agar ikan nila bisa cepat besar. Ampas kelapa banyak mengandung karbohidrat dan protein yang baik untuk pertumbuhan ikan nila.

- Pelet

Selain berbagai makanan ikan nila supaya cepat besar yang alami, kamu juga bisa memberikan makanan buatan seperti pelet. Ada banyak jenis pelet ikan nila, mulai dari pelet ikan nila anakan hingga pelet ikan nila indukan. Untuk setiap merek dan ukuran pelet tentu membuat harganya berbeda-beda. Semakin baik kualitanya, maka akan membuat harganya semakin mahal.


Sumber referensi :

https://hot.liputan6.com/read/4388238/11-makanan-ikan-nila-supaya-cepat-besar-perhatikan-nutrisi

Cara Budidaya Ikan Lele dengan Media Kolam Tanah dan Tips Pemeliharaannya Budidaya ikan lele merupakan salah satu kegiatan atau usaha yang b...