Minggu, 07 Februari 2021

Budidaya Lobster Air Tawar | Usaha Mandiri Sukses Untuk Pemula

Budidaya Lobster Air Tawar | Usaha Mandiri Sukses Untuk Pemula

                                               Gambar 1. Budidaya Lobster Air Tawar 

        Bingung memilih usaha mandiri dengan modal kecil namun untung melimpah? Mengapa tidak mencoba budidaya lobster? Simak caranya di bawah ini. Salah satu bisnis mandiri yang sedang naik daun belakangan ini adalah budidaya lobster. Dengan modal yang tidak semahal yang diperkirakan banyak orang, untung yang bisa diraup dari budidaya lobster sangat besar.

Simak cara memulai budidayanya di bawah ini.

Proses Pembibitan Lobster

1. Membedakan Induk Lobster Jantan dan Betina

        Ketika memilih bibit lobster, hal pertama yang harus diperhatikan adalah membedakan lobster jantan dan betina. Hal ini sangat penting karena kebanyakan peternak lobster yang baru memulai usaha mereka sering kali membeli gender lobster yang salah sehingga proses pembibitan tertunda. Untuk membedakan lobster jantan dan betina bukan lah hal yang mudah mengingat ukuran lobster yang kecil.

Pertama, perhatikan warna capit lobster.

        Bila warna merahnya terlihat lebih banyak dan menyala, itu adalah tanda lobster jantan, sementara capit lobster betina berwarna hitam dengan sedikit corak merah. Selain itu, ukuran badan lobster betina juga lebih besar dibandingkan lobster jantan.Apabila dilihat secara hati-hati, mereka memiliki lubang kecil pada tangkai kaki kedua, sedangkan lubang lobster jantan ada di kaki ke lima.


2. Memilih Induk Lobster Berkualitas

        Setelah tahu cara membedakan lobster jantan dan betina, jangan lupa untuk memilih jenis benih berkualitas. Cara mengetahui induk lobster berkualitas adalah dengan tidak memilih lobster yang sedarah atau inbred. Pembudidaya juga harus memilih lobster dengan tampilan menawan. Warna lobster harus terlihat cerah dan segar, dengan usia minimal 6 bulan. Semakin besar fisiknya, semakin baik fungsinya sebagai indukan budidaya lobster.


Media Lobster Air Tawar

        Untuk budidaya lobster air tawar, peternak tidak diwajibkan untuk membangun sebuah media tertentu. Medianya bisa beragam, mulai dari kolam plastik, fiber, semen, sampai tanah. Agar lebih mudah dan tidak mengeluarkan banyak modal, peternak disarankan untuk memilih kolam tanah. Sebelum meletakan indukan lobster, kolam tanah wajib dibersihkan dan dikeringkan terlebih dahulu.

Pastikan ukuran media pembenihan minimal 1 x 0,5 x 25 cm.

Proses Kawin Lobster Jantan dan Betina

Langkah berikutnya dalam budidaya lobster air tawar adalah mengawinkan kedua induk.

  • Caranya dengan menggabungkan indukan betina dan jantan di dalam kolam.
  • Dalam satu media pembenihan bisa dimasuki sekitar 5 lobster betina dan 3 lobster jantan.
  • Dalam proses ini, kita harus menyediakan lebih dari 2 induk jantan karena induk betina yang akan memilih pasangannya.
  • Apabila gagal memilih satu lobster jantan, ia akan berpindah ke lobster lainnya.
  • Selanjutnya letakan sekitar delapan pipa paralon dengan diameter 2 inci dan panjang 20 cm.
  • Tunggu proses pembuahan dan pembibitan sampai 2 minggu.
  • Minggu ke-tiga, lobster betina akan bertelur.
  • Lobster betina akan mengeluarkan telur dari lubang pangkal kaki ketiga, lalu turun ke ebdomennya.

Saat proses ini terjadi, jangan heran jika lobster betina menghindari lobster jantan karena mereka kan mebutuhkan ruang untuk bergerak dan bertelur.

Proses Pembesaran Lobster Air Tawar

Untuk proses pembesaran lobster air tawar, peternak bisa memilih dua cara, yaitu melalui media akuarium atau kolam terbuka. Sebelum menyimpan bayi lobster di dalam akuarium atau kolam terbuka, pastikan kedua medianya sudah dibersihkan dan dikeringkan, sehingga tidak terkontaminasi dari zat beracun.

Zat beracun yang mengkontaminasi media pembesaran lobster bisa-bisa mengakibatkan cacat atau kematian. Agar budidaya lobster lancar dengan hasil yang menguntungkan, peternak harus memastikan pH air berada pada 7 sampai 8, dengan kadar oksigen 4 ppm, dan suhu air 26 sampai 30 derajat Celsius.

Berikut proses pembesaran lobster air tawar secara detail :

1. Media Kolam Tanah / Semen dan Terpal

        Isi kolam dengan air seminggu sebelum bibit dilepaskan ke dalamnya untuk menetralisir kuman dan kotoran. Untuk media satu ini, pilihlah bibit yang berukuran 1 sampai 2 inchi. Bayi-bayi lobster di dalam kolam terpal dapat tumbuh sebesar 10 sampai 12 ekor per kilogram. Sebagai sumber oksigen, jangan lupa memasang kincir atau aerator gelembung udara.


2. Media Akuarium

Ukuran akuarium yang dibutuhkan sekitar 100 x 50 cm x 30 cm. Dengan ukuran sebesar ini, akuarium dapat menampung sebanyak 3 lobster indukan. Jumlah air di dalam akuarium juga perlu diperhatikan. Isi sekitar 15 sampai 20 cm dari dasar akuarium untuk mendukung pertumbuhan lobster yang maksimal.

Pemberian Pakan Lobster

        Ketika lobster ternakan sudah melalui proses pembenihan dan pertumbuhan, saatnya para peternak belajar memberi pakan. Lobster wajib diberi pakan sebanyak dua kali sehari, tepatnya pada pagi dan sore hari. Peternak bisa memilih jenis pakan untuk lobster, semuanya dapat dibeli di toko memancing, asalkan penuh nutrisi. Palet yang diberi dari toko memancing biasanya lebih murah, namun tidak kalah kualitasnya dari pakan yang dibeli di produsen khusus budidaya lobster. Pakan yang bisa diberikan untuk lobster air tawar adalah jagung basah parut, ketela pohon parut, dan sayuran. Untuk para peternak yang menggunakan media kolam tanah, nutrisi juga dapat didapatkan dari plankton dan tumbuh-tumbuhan yang tumbuh di dalam kolam. Memberikan asupan nutrisi secara alami seperti di atas akan memotong modal awal ternak lobster karena peternak tidak harus lagi membeli nutrisi khusus dari pabrik-pabrik tertentu. Jangan lupa merawat bayi-bayi lobster yang baru menetas dengan membedakan pakan mereka. Hindari memberi makan sayur-sayuran atau umbi-umbian karena susah dicerna. Berikan cacing sutera atau cacing beku dalam bentuk kubik. Dosis pemberian makanan berjumlah 25% ketika pagi dan 75% untuk sore hari. Presentase porsi makanan juga disesuaikan dengan berat anakan lobster tersebut. Setidaknya 3% dari berat badan lobster ternak.


Perawatan Lobster Air Tawar

- Pengendalian Hama

Walaupun lobster diberkati dengan cangkang yang keras, bukan berarti kita tidak harus waspada akan hama berbahaya yang tumbuh di sekitar kolam. Para peternak harus tetap waspada akan hama, terutama hama tumbuhan air yang biasanya berkembang biak saat musim panen. Untuk menjauhkan lobster dari hama, pastikan kolam atau akuarium selalu bersih, entah itu dari kotoran atau lumut.


Waktu Panen Lobster

- Langkah terakhir dalam ternak lobster adalah musim panen.

        Lobster bisa diambil dari kolam atau akuarium setelah usianya minimal 6 sampai 8 bulan. Pada usia ini, berat lobster akan mencapai 11 sampai 13 ekor per kilogramnya, berat yang cukup untuk dijual dan dikonsumsi langsung oleh para konsumen. Semakin besar lobster yang dijual, harganya semakin mahal.


Cara Merawat Lobster Air Tawar

Setelah panen, peternak juga wajib tahu cara merawat lobster yang sudah siap dijual.

Berikut adalah langkah merawat lobster yang perlu diaplikasikan.

  1. Memberi makan teratur, yaitu 2 kali dalam sehari, setiap pagi dan menjelang sore
  2. Membersihkan saringan / filter kolam dari kotoran, tumbuhan liar, atau sisa makanan lobster yang telah mengendap
  3. Menjaga gelembung udara atau aerator berfungsi dengan baik
  4. Mengganti air kolam dengan tidak menguras seluruh isi kolam (sisakan kira-kira ¼ bagian)

Cara Ternak Lele Bioflok Sederhana Hasil Maksimal

 Cara Ternak Lele Bioflok Sederhana Hasil Maksimal

                                           Gambar 1. Budidaya Bioflok Lele di salah satu wilayah binaan penyuluh

        Budidaya lele dengan menggunakan sistem bioflok adalah sebuah sistem pemeliharaan ikan lele dengan metode menumbuhkan mikroorganisme yang berfungsi sebagai pengolah lombah budidaya lele itu sendiri. Limbah pada budidaya lele diolah menajdi gumpalan-gumpalan yang berbentuk kecil atau bisa disebut sebagai flok/floc. Flok tersebut kemudian akan dimanfaatkan sebagai pakan alami lele. Untuk menumbuhkan mikroorganisme dapat dipacu engan cara kultur bakteri non pathogen atau probiotik, serta menggunakan aerator dalam kolam untuk menyuplai oksigen sekaligus sebagai pengaduk air di dalam kolam.

Cara ternak lele bioflok ini sebenarnya sudah dikembangkan lebih dahulu oleh negara-negara maju seperti Australia dan Jepang, namun demikian Indonesia dari tahun ke tahun sudah mulai banyak muncul pembudidaya lele yang mengadopsi sistem bioflok ternak lele yang dijalankannya. Selain pada ikan lele, sistem bioflok ini juga dapat digunakan pada budidaya udang air tawar.

Tahapan Ternak Lele Bioflok

- Pembuatan kolam lele bioflok

Menyiapkan kolam budidaya adalah langkah awal dalam cara ternak lele bioflok. Adan dapat menghemat biaya kolam dengan menggunakan bahan terpal yang diperkuat dengan rangka atau tulang-tulang dari besi atau bambu. 

Untuk ukuran kolam, anda dapat menyesuaikan dengan lahan yang terlah dipresiapkan. Tetapi jikan Anda memang melakkukan ternak lele bioflok ini dengan tujuan usaha makan dapat menggunakan kolam yang lebih besar dengan kapasitas produksi yang besar pula.

Sebagai patikan untuk ukuran luas yang ideal yaitu 1 m3 makan dapat menampung ikan lele hingga mencapai 1000 ekor. Lain halnya jika anda melakukan tenak ikan lele dengan sistem konvensional, dimana dengan ukuran tersebut hanya mampu menampung ikan lele sebanyakan 100 ekor saja. 

- Cara ternak lele bioflok selanjutnya adalah memberikan naungan atau atap pada kolam. Hal ini bertujuan untuk menghindari terik sinar matahari langsung dan guyuran air hujan. Terik sinar matahari langsung dan guyuran air hujan perlu anda hindari arena mempengaruhi mtu dari air kolam menjadi tidak layak.

Perlatan lain yang perlu adan persiapkan adalah mesin aerator yaitu alat yang digunakan untuk meniupkan oksigen atau udara ke dalam air kolam.

Mempersiapkan air ternak lele bioflok

Setelah kolam yang akan anda gunakan telah siap, langkah berikutnya dalam cara ternak lele bioflok adalah menyiapkan air untuk pembesaran atau ternak ikan lele anda. Pada hari pertama isilah kolam dengan air hingga mencapat ketinggian 80-100 cm. Hari kedua,masukan probiotik atau bakteri non pathogen dengan dosis 5 ml/m3. Jenis probiotik yang dapat anda gunakan misalnya seperti POC, BMW, atau lainnya.

Pada hari ketiga, masukkan pakan untuk bakteri pathogen berupa molase atau tetes tebu dnegan dosis 250 ml/m3. Pada malam harinya anda dapat menambahkan dolomite dengan dosis 150-200 gram/m3. 

Penggunaan dolomite hanya diambil airnya saja. Selanjutnya diamkan air selama kurang lebih 7-10 hari agara mikroorganisme dapat hidup dan tumbuh dengan baik.

Tahap penebaran dan perawatan ikan lele

  • Benih ikan lele yang anda gunakan hendaknya berasal dari indukan unggulan atau berasal dari induk yang sama. Benih ikan lele yang sehat dapat anda lihat ari gerakannya yang aktif, warna dan ukurannya yang seragam, organ tubuhnya lengkap, bentuknya proporsional dengan ukuran sekitar 4-7 cm. setelah anda melakukan penebaran benih lele pada kolam bioflok makan keesokan harinya tambahkan probiotik dengan dosis 5 ml/m3.
  • Langkah selanjutnya dalam cara tenak lele bioflok adalah proses perawatan benih ikan lele. Perawatan untuk benih ikan lele dapat anda lakukan setiap 10 hari sekali. Perawatan dalam cara ternak lele bioflok langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
  • Setiap 10 hari sekali anda bisa memberikan probiotik 5 ml/m3, ragi tempe sebanyak 1 sendok makan/m3, ragi tape 2 butir/m3, dan pada malam harinya anda dapat menambahkan dolmit yang diambil airnya saja sebanyakan 200 – 300 gr//m3
  • Setelah benih ikan lele berukuran 12 cm atau lebih maka perawatn dalam cara ternak lele bioflok selanjutnya adalah setiap 10 hari sekali masukkan probiotik dengan dos 5 ml/m3, ragi tape sebanyak 2-3 sendok makan /m3, dan ragi tape 6-8 butir /m3, dan pada malam harinya tambahkan dolomit dengan dosis 200 – 300 ml//m3 yang diambil airnya saja. 

Untuk pemberian ragi tempe dan ragi tape terlebih dahulu dilarutkan ke dalam air.

Pemberian pakan pada ternak lele bioflok

  • Cara ternak lele bioflok selanjutnya adalah pemberian pakan. Selama pembesaran pada budidaya lele bioflok perhatikan waktu pemberian pakan dan berikan aerasi setiap harinya. 
  • Pemberian pakan pada lele bioflok hendaknya anda kelola dengan baik agar dpaat mencapai produksi ikan lele yang maksimal. Gunakkanlah pakan dengan kualitas yang terbaik dan sesuaikan ukuran pakan yang anda berikan dengan lebar bukaan mulut ikan.
  • Pakan ikan lele dapat anda berikan dua kali sehari yaitu pada pagi hari dan sore hari dengan dosis pakan 80% dari daya kenyang ikan lele. Cara ternak lele bioflok selanjutnya adalah setiap seminggu sekali ikan lele bisa anda puasakan dengan tidak memberikan pakan
  • Sebelum anda memberikan pakan sebaiknya difermentasikan terlebih dahulu dengna menggunakan probiotik. Setelah flok/floc terbentuk pada kolam lele maka pemberian pakan dapat anda kurangi sebanyaka 30%.

Sumber referensi :
https://www.minapoli.com/info/cara-ternak-lele-bioflok-sederhana-hasil-maksimal

Jumat, 05 Februari 2021

Cara Budidaya Ikan Lele di Ember Bagi Pemula, Lebih Menghasilkan

Cara Budidaya Ikan Lele di Ember Bagi Pemula, Lebih Menghasilkan

Published by  Ir. Tri Juni Sasongko at  29 Oktober 2021

                                            Gambar 1. Budidaya Ikan dalam ember

Budidaya Ikan lele di ember menjadi salah satu alternatif di era pandemi belakangan ini. Selain dapat mengisi waktu luang karna peraturan berdiam diri di rumah dalam kurun waktu tertentu, budidaya ikan lele juga dapat menghasilkan untung. Namun tidak hanya sekedar mengisi hobi saja, membudidayakan ikan lele di ember dinilai juga memiliki nilai ekonomis juga. Bagaimana bisa? Tentu saja hal tersebut bisa Anda sendiri lakukan, tapi tetap menyesuaikan kualitas teknisnya.

Jika Anda pemula dan ingin memulai budikdamber ikan lele tak perlu ragu lagi, kini Anda bisa memulai dengan teknis yang sudah diterapkan oleh tim ahli kami. Sebelum masuk ke teknis budidayanya, Anda bisa mendapatkan referensi terlebih dahulu mengenai potensi bisnis ikan lele sekaligus jika teknis budikdamber ini Anda terapkan dalam skala panjang. Bagaimana? Berikut penjelasan mengenai budidaya ikan lele dalam ember agar lebih menghasilkan secara tepat:

Peluang Bisnis Ikan Lele

Dalam beberapa tahun terakhir konsumsi ikan lele semakin meningkat. Kita bahkan sering menjumpai beberapa tempat makan menyajikan menu ikan lele dalam berbagai macam olahan. Permintaan akan ikan lele yang terus meningkat juga dibarengi dengan peningkatan kelompok yang melakukan budidaya ikan lele. Dibandingkan dengan budidaya ikan lain, budidaya ikan lele dirasa lebih menggiurkan.

Tentu bukan tanpa alasan. Benih ikan lele relatif mudah didapatkan. Dari segi hargapun lebih terjangkau. Kisaran harga bibit ikan lele adalah Rp. 350,- hingga Rp. 650,- per ekor. Harga bibit ikan menyesuaikan dengan ukuran dan jenis ikan lele.

Selain harga yang bersahabat, banyak orang memilih budidaya ikan lele karna perawatan yang cukup mudah.

Berikut beberapa hal yang membuat berternak lele di rumah cukup diminati

  1. Ikan lele dapat dibudidaya dalam berbagai wadah dan lingkungan perairan seperti ember, kolam terpal, kolam air mengalir, kolam tadah hujan, dan keramba
  2. Ikan lele mempunyai kemampuan hidup pada perairan yang minim oksigen dan air. Hal ini dikarenakan ikan lele mempunyai alat pernapasan tambahan atau disebut arborescent organ
  3. Ikan lele dapat menerima berbagai jenis pakan. Hal ini dapat menekan biaya produksi, khususnya biaya pakan
  4. Ikan lele mempunyai daya tahan kuat terhadap penyakit
  5. Ikan lele dapat dipanen dalam waktu singkat
  6. Benih ikan lele mudah didapat dengan harga terjangkau
  7. Harga jual ikan lele di pasaran cenderung stabil

Bagaimana? Semakin tertarik dengan bisnis ikan lele dalam ember? Anda harus mengetahui jenis ikan lele yang cocok untuk dibudidayakan berikut ini:

Jenis Ikan Lele

Ikan lele atau dengan nama latin Clarias Sp. merupakan jenis ikan yang banyak tersebar di perairan Asia dan Afrika.

Jenis ikan lele sangat beragam, namun tidak semua dapat dibudidaya atau dikonsumsi.

Ikan lele yang digunakan untuk tujuan budidaya dan konsumsi biasanya mempunyai sifat unggul seperti tahan penyakit dan cepat tumbuh atau berkembang.

Beberapa jenis yang sering dijumpai untuk budidaya adalah lele sangkuriang, lele dumbo, dan lele phyton.

1. Lele Sangkuriang

                                            Gambar 2. Lele Sangkuriang 

Ikan lele sangkuriang merupakan salah satu varietas unggul yang dikembangkan oleh para peneliti tanah air. Jenis lele sangkuriang merupakan hasil rekayasa yang dilakukan oleh para peneliti Balai Besar Budidaya Ikan Air Tawar (BBBAT).

Penelitian mengenai ikan lele sangkuriang dilatar belakangi oleh kekhawatiran para peternak akan kualitas lele dumbo yang mengalami penurunan di masyarakat.

Ikan lele sangkuriang digunakan untuk menghasilkan ikan konsumsi saja. Benih dari induk sangkuriang tidak disarankan untuk dijadikan indukan. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan kualitas lele yang diproduksi,

Ciri ikan lele sangkuriang :

  1. Tubuh ikan berwarna hitam kehijauan pada bagian punggung dan putih kekuningan pada bagian perut.
  2. Bentuk tubuh ikan memanjang, berlendir, mempunyai kulit licin, dan tidak bersisik
  3. Bentuk kepala ikan menggepeng dengan mulut relatif lebar serta mempunyai empat pasang sungut
  4. Panjang ikan kisaran 23-34 cm. Sedangkan benih ikan yang berusia 40 hari mempunyai panjang 5-8 cm
  5. Bagian sirip dada terdapat patil atau duri keras.

2. Lele Dumbo

                                            Gambar 2. Lele Dumbo

Lele dumbo merupakan hasil perkawinan silang antara ikan lele asal asal Afrika (clarias mosambicus) dengan ikan lele asal Taiwan (clarias fuscus). Jenis ini pertama kali diperkenalkan di Indonesia pada awal 1980-an.

Ikan lele dumbo kerap menjadi favorit dikalangan para peternak. Hal ini dikarenakan pertumbuhan ikan yang cepat dan badannya yang bongsor dibanding jenis lainnya.

Ciri ikan lele dumbo:

  1. Badannya memanjang, tinggi, dan memipih ke arah ekor
  2. Tidak bersisik, licin, dan mengeluarkan lender
  3. Kepala ikan gepeng dan simetris. Pada bagian mulut terdapat empat pasang sungut yang berfungsi sebagai alat peraba
  4. Ikan lele dumbo jantan mempunyai kepala relatif kecil, berwarna kemerahan dan pada alat kelamin mempunyai genital papilia yang runcing.
  5. Ikan lele dumbo betina mempunyai kepala lebih besar, berwarna kecoklatan, dan alat kelamin berbentuk bulat.
  6. Akan timbul bercak berwarna putih apabila mengalami stress atau terkejut.

3. Lele Phyton

Gambar 3. Lele Phyton

Ikan lele phyton merupakan hasil persilangan antara induk lele eks.Thailand F2 dengan lele lokal (induk jantan lele dumbo F6). Varietas ini ditemukan sekitar tahun 2004 oleh para peternak lele dari Pandeglang, Banten.

Ikan lele phyton memiliki ketahanan tinggi terhadap cuaca dingin dan tingkat kelangsungan hidupnya lebih dari 90%.

Ciri ikan lele phyton:

  1. Ikan lele phyton mempunyai warna dan bentuk kepala menyerupai ular phyton.
  2. Kepala ikan berbentuk pipih memanjang dan berwarna cerah.
  3. Ukuran mulut ikan relatif kecil
  4. Gerakan ikan lele phyton lebih lincah dibandingkan jenis lain.
  5. Daging ikan lele phyton lebih gurih dan tidak lembek. Sedangkan dari segi rasa, ikan lele phyton hampir mirip dengan lele lokal.

Cara Budidaya Ikan Lele dalam Ember

Budikdamber atau budidaya ikan dalam ember belakangan ini menjadi pembicaraan hangat dimasyarakat. Adanya teknik budidaya dalam ember tentu sangat membantu masyarakat, khususnya bagi mereka yang mempunyai lahan terbatas.

Keunggulan lain budidaya dengan teknik budikdamber adalah menghemat air, perawatan mudah, dan tanpa bahan kimia.

Salah satu budidaya yang menggunakan pemanfaatan ember adalah budidaya ikan lele. Seperti dijelaskan sebelumnya, ikan lele mempunyai kemampuan bertahan hidup tinggi meski berada dalam wadah dengan oksigen dan air terbatas.

Ikan lele juga dapat bertahan dalam kualitas air yang minim atau kondisi air yang kurang baik. Berikut ini cara budidaya ikan lele di ember selengkapnya:

1. Persiapan Alat dan Bahan

Untuk anda yang tertarik dengan cara ternak lele di ember, anda perlu mempersiapkan beberapa hal berikut:

  1. Ember untuk tempat budidaya berukuran 80 liter
  2. Benih ikan lele berjumlah 60 ekor
  3. Strimin atau penutup (bisa menggunakan apa saja)
  4. Solder
  5. Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan, GDM BLACK BOS, dan GDM Granule SAME

2. Pemilihan Benih Ikan Lele

Meskipun cara budidaya ikan lele di ember terbilang mudah, namun kita harus tetap mempertimbangkan segala resiko yang akan terjadi. Terlebih jika anda adalah pemula dalam budidaya ikan lele.

Benih ikan lele

Untuk mengurangi resiko gagal, anda bisa mengantisipasi dengan memperoleh benih ikan lele yang baik dan berkualitas.

Berikut hal yang perlu anda perhatikan dalam memilih benih ikan lele:

  1. Perhatikan tempat anda membeli benih. Usahakan membeli benih ikan lele di hatchery atau tempat penetasan ikan yang bersertifikat.
  2. Hal ini untuk mengurangi adanya penyakit bawaan dari benih yang dibeli. Meski ikan lele mempunyai daya tahan kuat terhadap penyakit, kondisi benih ikan lele biasanya lebih rentan terjangkit dibanding ikan lele dewasa. Ikan lele juga mungkin terjangkit penyakit genetika yang disebabkan oleh buruknya kualitas indukan ikan lele atau faktor inbreeding.
  3. Benih ideal ikan lele untuk pembesaran berukuran 5-7 cm.
  4. Usahakan ukuran ikan lele seragam atau sama.
  5. Benih ikan lele berkualitas mempunyai tubuh seimbang antara kepala dan badan.
  6. Pilih benih ikan yang tidak cacat, tubuh mengkilap, sungut berseri atau tidak pucat, dan pergerakannya lincah.

3. Persiapan Ember untuk Ternak Ikan Lele

Persiapan budidaya ikan lele di ember

Sebelum benih ikan lele siap untuk ditebar, persiapkan dahulu ember untuk tempat pembesaran ikan lele.

  1. Siapkan ember berukuran 80 liter dan bersihkan. Pemberian lubang di ember adalah optional. Anda bisa melubangi bagian bawah samping untuk saluran pembuangan. Atau bisa menambahkan kran air pada bagian yang dilubangi untuk mempermudah proses pembuangan.
  2. Jika anda ingin menambahkan tanaman sayur, gunakan gelas plastik yang dipasang kawat dan kaitkan pada ember.
  3. Isi ember dengan air. Usahakan jangan terlalu penuh agar ikan lele dapat mengambil udara dengan baik. Untuk ember berukuran 80 liter, isikan air sampai di ukuran 60 liter saja.
  4. Tambahkan garam krosok setengah sendok makan untuk menstabilkan pH dalam air dan menghambat pertumbuhan jamur atau bakteri.
  5. Tambahkan juga Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan dengan dosis 10 ml/ember, GDM BLACK BOS dengan dosis 1 tutup botol kemasan/ember, dan GDM Granule SAME dengan takaran 1 gelas aqua.
  6. Campur rata.
  7. Diamkan selama 2-3 hari.
  8. Gunakan strimin/penutup agar ikan lele tidak loncat dari ember.
  9. Satu ember dapat diisi maksimal 60 ekor benih lele.
  10. Letak dan posisikan ember di lahan kosong serta pastikan mendapat sinar matahari.

4. Cara Menebar Ikan Lele dalam Ember

Anda perlu berhati-hati ketika menebar benih ikan lele di ember. Benih ikan lele yang masih kecil cenderung sensitif.

Langkah yang perlu dilakukan untuk menebar ikan lele di ember

  1. Sesuaikan suhu air ember. Pastikan suhu air tidak terlalu panas karena cahaya matahari. Kondisi suhu air yang baik akan membuat benih lebih sehat dan tidak stress.
  2. Masukkan benih beserta tempat penyimpanannya dalam ember dan biarkan benih ikan lele menyesuaikan diri sekitar 15 menit. Ikan lele akan keluar dengan sendirinya dari tempat penyimpanan dan menyesuaikan dengan tempat barunya di ember.
  3. Anda juga dapat menebarkan benih ikan lele dengan memiringkan tempat penyimpanan dan memasukkan benih ke ember sedikit demi sedikit.

Suplemen ikan

  1. Tebar benih ikan lele pada pagi atau sore hari. Jangan menebar benih pada siang hari karena khawatir akan membuat benih ikan lele menjadi stress kemudian mati. Suhu air pada siang hari akan meningkat dan terasa lebih panas dibanding pagi atau sore hari.
  2. Setelah menebar benih ke ember, jangan lupa gunakan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan dengan dosis 10 ml/ember untuk merangsang kekebalan pada tubuh ikan lele.
  3. Suplemen yang diberikan juga mencegah ikan lele terjangkit penyakit seperti parasit, bakteri, dan jamur dari penumpukan kotoran atau sisa pakan di dasar ember.

5. Cara Merawat Ikan Lele

Cara memelihara lele di ember tidak jauh berbeda dengan memelihara ikan lele di kolam atau tempat lain.

Probiotik lele

Perhatikan beberapa hal berikut agar budidaya ikan lele anda berkembang dengan baik.

  1. Lakukan grading atau pemisahan ikan lele minimal dua minggu sekali. Hal ini bertujuan untuk menyeragamkan ukuran ikan lele dalam ember dan menghindari adanya kanibalisme antar ikan.
  2. Ganti air ketika sudah tercium bau tidak sedap dari dalam ember. Lakukan penggantian air sekitar 50% dari keseluruhan air di ember pada pagi atau sore hari.
  3. Buang dan bersihkan bagian dasar ember karna akan membahayakan kelangsungan hidup ikan lele.
  4. Hindari stress pada ikan lele saat hendak mengganti air. Lakukan puasa pada ikan lele dengan tidak memberi pakan selama 12 hingga 24 jam.
  5. Penuhi kebutuhan oksigen pada ikan lele agar tumbuh lebih cepat. Anda bisa menambahkan blower atau aerator.
  6. Perhatikan kualitas air agar tidak menghambat pertumbuhan ikan lele.
  7. Pilih pakan ikan yang mengandung nutrisi dan protein tinggi. Saat memilih pakan sesuaikan juga dengan ukuran dan umur ikan.
  8. Beri pakan 2-3 kali sehari. Jangan memberi pakan saat hujan karna akan mengubah kualitas pakan.
  9. Berikan Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan. Dosis yang diberikan adalah 10 ml/kg. Gunakan dengan cara disemprot atau dicampur sekitar 15 menit untuk meningkatkan penerapan nutrisi pada pakan.
  10. Kendalikan hama dan penyakit pada ikan lele dengan menggunakan produk Suplemen Organik Cair GDM Spesialis Perikanan. Suplemen tersebut dapat membuat ikan lele menjadi lebih kebal dan tidak mudah terjangkit penyakit atau virus.

Panen Ikan Lele

Panen Budikdamber

  1. Masa ternak ikan lele cukup singkat. Anda hanya butuh waktu 2-4 bulan untuk lele siap panen. Jumlah ideal panen ikan lele adalah 8-10 ekor untuk mendapatkan harga jual tertinggi.
  2. Lakukan puasa pada ikan lele selama 24 jam sebelum panen. Hal ini bertujuan agar ikan lele dapat bertahan hidup selama masa pengiriman.
  3. Surutkan air dalam ember lalu pindahkan ikan lele yang akan dipanen ke wadah lain.
  4. Gunakan serok atau jaring untuk mengambil ikan lele.
  5. Sortir ikan lele yang dipanen dengan hati-hati.
  6. Bersihkan ember. Jika anda ingin mengisi dengan benih baru, lakukan tahapan yang sama seperti sebelumnya.

Daftar Pustaka 

https://gdm.id/budidaya-ikan-lele-di-ember/

Minggu, 31 Januari 2021

Alat Terbaik untuk Menangkap Ikan di Sungai

 Alat Terbaik untuk Menangkap Ikan di Sungai

                                            Gambar 1. Penyerahan Bantuan Alat Tangkap Ikan di PUD 

        Ikan merupakan salah satu sumber protein yang banyak diminati oleh masyarakat. Data konsumsi ikan Indonesia menunjukkan bahwa terus terjadi peningkatan konsumsi ikan dari tahun 2010 hingga 2015. Selain karena harganya yang relatif terjangkau oleh semua kalangan, rasanya yang enak juga membuat sumber protein ini selalu dicari oleh masyarakat. Nilai plus lain dari ikan adalah dapat dibuat menjadi berbagai jenis olahan makanan, mulai dari makanan ringan hingga menjadi lauk saat makan berat. Terdapat dua jenis ikan yang dijual di pasaran, yaitu jenis ikan laut dan jenis ikan air tawar. Kedua jenis ikan tersebut sama-sama memiliki protein yang baik bagi kesehatan tubuh.

        Indonesia memiliki wilayah perairan yang lebih luas dari pada daratan. Sekitar 2/3 luas Indonesia merupakan wilayah perairan. Wilayah perairan tersebut mencakup laut, danau, waduk, sungai, dan lain-lain. Dari jenis perairan tersebut, hampir semua daerah di Indonesia memiliki sungai. Sehingga, sungai-sungai Indonesia terkenal dengan sumber daya ikannya yang melimpah. Setiap sungai di beberapa daerah bahkan memiliki jenis ikan endemik yang tidak dapat ditemukan di daerah lain.

        Dari Sabang sampai Merauke, setiap daerah memiliki cara yang khas dalam mengolah ikan. Demikian juga dengan cara menangkap ikan. Metode penangkapan ikan dengan cara tradisional yang dimiliki oleh masyarakat adat pada dasarnya adalah demi keberlanjutan ekonomi dan demi lingkungan tetap lestari.Membahas tentang alat untuk menangkap ikan, sebenarnya juga akan membahas mengenai etnobiologi suatu masyarakat. Suatu masyarakat pasti akan mengupayakan agar sumber daya yang ada tetap lestari, sehingga dapat dinikmati pula oleh generasi selanjutnya.

        Akan tetapi, berhubung faktor ekonomi yang mendesak dan populasi manusia yang terus meningkat, akhirnya banyak orang yang melakukan cara-cara menangkap ikan yang tidak ramah lingkungan. Alat untuk menangkap ikan di sungai cukup banyak ragamnya. Jenis alat tangkap ikan di sungai yang populer di tengah masyarakat Indonesia antara lain: pukat/jala, alat pancing, bubu/perangkap ikan, racun, alat setrum, dan tombak. Dalam hal ini, pada dasarnya terdapat dua pilihan.

        Pilihan pertama menjaga kelestarian alam dan pilihan kedua mengejar keperluan hidup. Apapun pilihannya akan ada suatu hal yang dikorbankan. Jika mengutamakan kelestarian alam, konsekuensinya adalah membatasi jumlah tangkapan ikan dengan cara memilih alat tangkap yang ramah lingkungan. Namun, jika memilih keperluan hidup, akibatnya adalah kerusakan lingkungan yang akan berdampak pada ekonomi yang tidak berkelanjutan. Oleh karena itu, penting dipelajari karakteristik alat tangkap dan akibat yang ditimbulkan nantinya.

1. Alat Tangkap Pukat/Jala

Alat tangkap ikan yang pertama adalah pukat/jala. Pukat merupakan alat tangkap ikan yang berbentuk jaring. Alat ini keberja seperti saringan. Semakin besar lubang/diameter, akan semakin sedikit yang terjaring. Sebaliknya, semakin kecil lubangnya akan semakin banyak yang terjaring.

Pukat seringkali disalahgunakan oleh masyarakat untuk memproleh hasil tangkapan yang lebih banyak. Para penangkap ikan menggunakan pukat dengan lubang kecil sehingga ikan-ikan yang seharusnya belum boleh ditangkap ikut terbawa.

Namun demikian, jaring lebih cocok digunakan pada sungai dengan arus tenang dan tanpa batuan. Sehingga, sungai dengan arus deras dan berbatu relatif lebih aman dibanding sungai dengan arus tenang.

2. Pancingan

Alat tangkap ikan popoler kedua yaitu pancing. Alat ini bekerja dengan cara mengait ikan pada mata pancing yang berupa logam berpengait. Agar ikan bisa terjerat pada mata pancing, perlu dikaitkan umpan berupa cacing, pelet, atau makanan ikan.

Dalam satu alat pancing pada umumnya hanya menggunakan satu mata pancing, meski ada juga masyarakat yang menggunakan lebih dari satu mata pancing dalam satu alat pancing. Hasil tangkapan dengan alat ini tentu tidak banyak.

Oleh karena itu, bagi penangkap ikan yang hasilnya untuk dijual, alat ini dinilai kurang menguntungkan. Akan tetapi, dari segi keamanan bagi lingkungan, alat ini dinilai cukup ramah lingkungan.


3. Alat Tangkap Bubu

Alat tangkap ketiga adalah bubu. Di beberapa daerah, bubu juga digunakan untuk menangkap belut. Alat ini bekerja seperti perangkap. Untuk menangkap ikan, terlebih dahulu dimasukkan umpan agar ikan tergoda untuk masuk. Setelah ikan masuk, secara otomatis lubang masuk pada bubu akan menutup atau menyempit.

Sehingga, ikan yang terperangkap tidak dapat keluar kembali. Kelemahan alat ini adalah, pemasang perangkap harus tahu lokasi yang banyak ikannya. Selain itu, pemasang perangkap juga harus ingat tempat memasang bubu.


4. Bahan Kimia Racun

Alat tangkap selanjutnya yaitu racun. Beberapa masyarakat adat juga menggunakan racun alami berupa getah tanaman untuk menangkap ikan. Racun alami tentu tidak terlalu berbahaya bagi lingkungan dan konsumen ikan. Akan tetapi, banyak masyarakat yang menggunakan racun sintetis berbahaya untuk menangkap ikan.

Selain berbahaya bagi lingkungan karena dapat membunuh hampir semua organisme sungai, racun buatan juga sulit terurai oleh alam sehingga terus mengalir dan meracuni sungai di bagian hilir. Bahaya yang tidak dapat dihindari adalah, manusia memakan ikan yang diracun tersebut, sehingga terjadi akumulasi racun dalam tubuh. Penumpukan racun lambat laun akan mengakibatkan beberapa penyakit dan gangguan fungsi tubuh.


5. Alat Setrum Ikan

Alat tangkap lain yang sering digunakan yaitu alat setrum. Sumber listrik yang digunakan biasanya adalah aki. Arus listrik dialirkan melalui kawat positif dan negatif kemudian dicelupkan ke dalam air. Cara ini tidak hanya berbahaya bagi ikan, tetapi juga bagi organisme air dan manusia yang menyetrum.

Arus litrik yang merambat dalam air akan membunuh semua organisme air yang dilaluinya. Pada ikan, biasanya setelah terkena setrum akan mengalami kehilangan kesadaran atau mati. Saat itulah ikan-ikan tersebut akan diambil menggunakan jaring atau alat tangkap lain.


6. Tombak

Alat tangkap terakhir yaitu tombak. Tombak bukan alat yang terlalu populer untuk menangkap ikan. Alat ini membutuhkan keterampilan khusus dalam menggunakannya. Alat ini memang tidak terlalu bahaya bagi lingkungan. Namun, perlu diperhatikan bahwa biasanya juga digunakan racun pada ujung mata tombak. Tidak banyak masyarakat yang menggunakan cara ini untuk menangkap ikan, karena dinilai sulit dan hasilnya tidak maksimal.

Berdasarkan penjelasan alat tangkap ikan di sungai, pilihan alat tangkap terbaik sejatinya kembali kepada individu penangkap ikan. Setiap alat yang digunakan tentu memiliki akibat dan konsekuensi yang harus ditanggung. Pilihan pertama adalah untuk menjaga kelestarian ikan demi sustainable oconomy, atau pilihan kedua memaksimalkan hasil tangkapan saat itu juga tanpa memperhatikan lingkungan. Akan tetapi, demi kelestrian yang bisa dinikmati generasi berikutnya, selalu gunakan alat tangkap ramah lingkungan.

Sumber referensi :
https://blog.agromaret.com/2017/10/alat-terbaik-untuk-menangkap-ikan-di-sungai

Resep Cara Membuat Lele Terbang Krispi, Kresss!

 Resep Cara Membuat Lele Terbang Krispi, Kresss!

Ingin membuat olahan ikan lele yang gurih dan renyah? Coba bikin lele "terbang" krispi ala Penyuluh Perikanan (Delita Kitchen) Berikut resepnya.

                                                    Gambar 1. Ikan Krispi (lele)


Bahan-Bahan:

  • 4 ekor ikan lele, cuci bersih lalu fillet
  • 1/2 butir jeruk nipis
  • minyak untuk menggoreng


Bumbu Halus

  • 1 ruas jahe
  • 1 ruas kunyit
  • 4 siung bawang putih
  • ketumbar dan garam secukupnya

Bahan Basah

  • 3 sdm tepung terigu
  • 1 1/2 sdm maizena
  • air secukupnya

Bahan Kering

  • 6 sdm tepung terigu
  • 4 sdm maizena
  • penyedap rasa (bila suka)

Sambal Bawang

  • 5 buah cabai rawit
  • 1/2 siung bawang putih
  • garam secukupnya
  • 1 sdm minyak goreng panas

Cara Membuat

  • Beri air perasan jeruk nipis pada ikan lele.
  • Campur bumbu halus dan bahan basah. Aduk rata.
  • Masukan ikan ke dalam bahan basah lalu diamkan 5 menit.
  • Ambil ikan, gulingkan ke bahan kering sambil dicubit-cubit biar keriting.
  • Panaskan minyak, goreng dengan api sedang hingga matang.
  • Untuk membuat sambal, ulek cabai, bawang putih, dan garam. Tuang 1 sdm minyak goreng panas.
  • Sajikan lele "terbang" dengan sambal yang sudah dibuat.


Selamat memasak, ladies!

Sumber Referensi :

https://www.fimela.com/lifestyle-relationship/read/3777059/resep-cara-membuat-lele-terbang-krispi-kresss

Resep otak otak istimewa, enak, sederhana dan mudah dibuat


 Resep otak otak istimewa, enak, sederhana dan mudah dibuat

Membuat otak-otak sendiri di rumah bisa menyesuaikan selera.


Gambar 1. Otak-otak ikan 

    Indonesia memiliki beragam kuliner yang menggugah selera. Terlebih lagi dengan adanya ribuan pulau yang membentang dari Sabang Merauke, membuat kuliner Indonesia punya cita rasa khas masing-masing. Bisa jadi namanya sama, namun cita rasa dari kuliner masing daerah bakal berbeda.

Satu dari banyak kuliner di Indonesia yang menjadi favorit banyak orang adalah kuliner berbahan ikan, otak-otak. Biasanya otak-otak dibuat dari campuran ikan tenggiri cincang dan juga tepung sagu ataupun tepung tapioka.


Kudapan ini pun memiliki ciri khas rasa tekstur yang enak, kenyal dan gurih. Selain itu camilan ini juga mengandung gizi sebagai protein dan karbohidrat.

Proses membuatnya pun juga mudah, nggak salah kalau otak-otak ini bisa kamu jadikan camilan saat santai. Selain itu kamu juga bisa makan otak-otak ini dengan dicocol saus kacang. Kebayang kan rasa gurih yang nikmat ini membuat mulut nggak berhenti mengunyah.

Selain dibakar, otak-otak juga bisa loh diolah dengan cara digoreng. Keduanya sama-sama nikmat saat dijadikan camilan, tergantung dari selera masing-masing.

Jika kamu nggak suka dengan ikan tenggiri kamu juga bisa mengkreasikan dengan bahan lainnya seperti ayam, udang, tahu dan banyak lainnya. Penasaran seperti apa resepnya? Berikut ulasan 9 resep otak otak istimewa, enak, sederhana dan mudah dibuat, seperti brilio.net himpun dari berbgai sumber, Rabu (13/5).


1. Otak-otak ikan tenggiri.

Bahan:

- 510 gr daging tenggiri

- 50 gram maizena

- 300 gr sagu tani

- 4 butir putih telur

- 200 ml santan instan

- 12 butir bawang merah

- 12 butir bawang putih

- 3 sdt garam

- 4 sdt gula pasir

- 1 sdt merica bubuk

- 4 batang daun bawang iris-iris

- daun pisang yang sudah dibersihkan

- staples/tusuk lidi

- plastik piping bag

- teflon/sejenisnya untuk: memanggang


Bumbu kacang:

- 250 gram kacang tanah, digoreng

- 90 gram gula jawa

- 1 sdt garam

- 5 sdt gula pasir

- 20 gram asam jawa,campur air 3 sdm, buang bijinya

- 5 siung bawang putih, goreng utuh

- 5 siung bawang merah, goreng utuh

- 10 buah cabai keriting, goreng utuh

- 4 lembar daun jeruk

- 3 lembar daun salam

- 2 sdm kecap manis

- 500 ml air

- 50 ml santan


Cara membuat bumbu kacang:

- Buat saus kacang terlebih dahulu. Blender semua bahan jadi satu kecuali daun jeruk dan daun salam.

- Tuang bahan di atas wajan, tambah daun salam dan daun jeruk, masak dengan api kecil sampai matang, lakukan tes rasa. Sisihkan.

- Kemudian buat otak-otak. Blender bawang merah, bawang putih, putih telur dan santan, sampai halus.

- Kemudian campurkan daging tenggiri dengan bumbu yang dihaluskan tadi. Lalu beri garam, gula, merica , dan irisan daun bawang, aduk sampai rata.

- Tambahkan maizena dan sagu tani, campur sampai rata.

- Masukkan adonan ke piping bag, gunting ujungnya. Isi adonan ke daun pisang, lalu gulung dan distaples. Lakukan sampai adonan habis.

- Panggang adonan otak-otak dengan api kecil menggunakan teflon, sampai matang di satu sisi. Kemudian balik sekali saja sampai matang seluruhnya. (Tanda matang biasanya ketika dipegang adonan sudah kenyal dan tidak menempel di kulit pisang).

- Jika sudah matang, angkat dan sajikan dengan saus kacang.

Sumber Referensi :
https://brilicious.brilio.net/masak-yuk/9-resep-otak-otak-istimewa-enak-sederhana-dan-mudah-dibuat-200513u.html

CARA MUDAH MEMBUAT BURGER IKAN LELE

 CARA MUDAH MEMBUAT BURGER IKAN LELE

Berikut cara mudah membuat burger ikan lele

                                            Gambar 1. Burger Ikan 

Langkah pertama membuat Roti Burger  adalah :

1. Bahan:

  • 1 butir telur yang sudah dikocok rata
  • 390 gram tepung terigu protein tinggi
  • 55 gram gula pasir
  • 1 1/4 sendok teh garam halus
  • 200 ml s/d 250 ml air hangat
  • 2 sendok makan mentega
  • 1 sendok makan ragi instant belum habis masa berlakunya,
  • Wijen putih secukupnya untuk taburan

Langkahnya adalah :

  1. Masukkan tepung terigu, gula pasir dan ragi instant, aduk rata dalam wadah yang sudah disediakan. Tambahkan garam, aduk rata. masuk
  2. Masukkan air hangat kedalam wadah sedikit demi sedikit sampai adukan tepung merata kemudian tambahkan kocokan telur kmdn aduk kembali sampai pulen berbentuk adonan
  3. Adonan dipindahkan ke permukaan meja yang ditaburi tepung, aduk adonan hingga kalis kembali
  4. Tambahkan mentega, aduk kembali adonan sampai merata campuran tersebut. Tandanya sudah tercampur merata adonan terasa lembut, lentur dan elastis
  5. Bentuklah adonan menjadi bola yang smooth, letakkan di mangkuk bekas menguleni adonan. Olesi dasar mangkuk dengan mentega agar tidak lengket.
  6. Tutup mangkuk dan istirahatkan adonan hingga mengembang minimal 2 kali lipat. Kira-kira 1 jam.
  7. Catatan: Waktu mengembang adonan tidak bisa dijadikan patokan apakah adonan roti dikatakan telah mengembang maksimal karena banyak faktor yang mempengaruhi seperti suhu, bagaimana cara adukannya, jenis ragi yang digunakan.
  8. Jika telah mengembang, kempiskan adonan kemudian buat menjadi  8 atau 9 bagian. Paling mudah dengan memanjangkan adonan, kemudian potong-potong menjadi 9 bagian. Berat masing-masing sekitar 90 gram.
  9. Bentuklah dengan cara menggelindingkannya di permukaan meja bertepung menggunakan telapak tangan.
  10. Kemudian pipihkan menjadi piringan dengan diameter selebar + 8 cm.
  11. Tata adonan di atas loyang yang dialasi dengan kertas roti, beri jarak antar adonan karena roti akan mengembang.
  12. Tutup permukaannya dengan kain bersih dan istirahatkan hingga roti mengembang dua kali lipat.
  13. Jika telah mengembang, olesi permukaan roti dengan mentega jika anda tidak ingin menaburkan wijen pada permukaanya atau oleskan dengan putih telur jika akan ditaburi dengan wijen.
  14. Nah, sambil menunggu roti beristirahat, panaskan oven, set disuhu 175'C. Letakkan rak pemanggang di tengah.
  15. Panggang roti selama 15 - 20 menit, jika permukaannya mulai terlihat coklat keemasan, segera keluarkan dari oven dan dinginkan di rak kawat.
  16. Untuk roti yang tidak ditaburi wijen, olesi sekali lagi dengan mentega untuk menghasilkan permukaan roti yang terlihat lembut dan shiny. Simpan roti dalam plastik tertutup rapat agar terjaga kesegarannya.


Langkah kedua membuat Burger Ikan lele

1. Bahan :

  • 500 gram daging ikan lele
  • 2 butir telur ayam
  • 4 buah roti burger
  • 30 ml minyak goreng

Bumbu :

  • 20 gram bawang putih cincang
  • 20 gram daun bawang iris halus
  • 30 gram bawang bombay cincang
  • 10 gram garam halus
  • merica bubuk secukupya daun selada, tomat, bawang bombay untuk garnish


Cara Membuat :

  1. Panaskan minyak kemudian tumis bawang putih, bawang bombay, daun bawang sampai harum
  2. Campur hasil tumisan dengan daging ikan lele, telur ayam, garam dan merica bubuk. Aduk sampai rata.
  3. Bentuklah sesuai selera anda, kemudian tipiskan hingga ketebalannya kurang lebih 1,5 cm.
  4. Belah roti burger menjadi 2, kemudian panggang.
  5. Panggang burger ikan sampai matang.
  6. Isi roti burger dengan daun selada, irisan tomat dan burger ikan lele
  7. Kemudian hias bagian atas burger ikan lele dengan irisan bawang bombay.
  8. Siap sajikan, biasanya disajikan dengan kentang goreng, saus tomat/saus sambal

Sumber Referensi :
http://www.budilaksono.com/2015/09/cara-mudah-membuat-burger-ikan-lele.html

Cara Budidaya Ikan Lele dengan Media Kolam Tanah dan Tips Pemeliharaannya Budidaya ikan lele merupakan salah satu kegiatan atau usaha yang b...